Oleh Kemas Nico
Pematangsiantar | – Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) tengah mematangkan rencana penataan kawasan kumuh. Sebanyak lima kelurahan telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas dalam program tersebut.
Kadis (PKP) Pematangsiantar,Robert Sitanggang, mengungkapkan bahwa penataan bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan layak huni. Pihaknya berharap kawasan dengan luas di atas tiga hektare dapat ditangani melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Ada beberapa lokasi kawasan kumuh yang akan kita intervensi agar lebih tertib dan indah. Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan provinsi melalui Bappeda. Wilayah kumuh di atas 3 hektare kami harapkan bisa ditangani oleh provinsi,” ujar Robert, Senin (10/8/2026).
Saat ini, pemko masih berada pada tahap perencanaan teknis. Penyusunan Detail Engineering Design (DED) tengah berjalan sebagai dasar penanganan menyeluruh.
Lima kelurahan yang masuk dalam daftar identifikasi adalah Kahean, Martoba, Sigulang-gulang, Tanjung Tongah, dan Naga Pita. Penanganan nantinya akan disesuaikan dengan kewenangan masing-masing pemerintah daerah, baik kota maupun provinsi, berdasarkan luas wilayah.
“Memang saat ini kami dalam tahap perencanaan dan penyusunan DED. Lokasi sudah ada. Ini campur, ada wewenang kota dan provinsi. Nanti kita lihat luas wilayahnya untuk menentukan mana yang menjadi kewenangan siapa,” jelasnya.
Robert menjelaskan, penataan kawasan kumuh mengacu pada tujuh indikator utama. Kondisi bangunan, kualitas jalan lingkungan, penyediaan air minum, sistem drainase, pengelolaan air limbah atau sanitasi, pengelolaan sampah, serta proteksi kebakaran menjadi tolok ukur yang digunakan.
“Daerahnya sudah ditinjau dan tinggal penyusunan perencanaannya. Ada tujuh indikator yang harus dilihat di dalamnya,” ucapnya.
Pemko menargetkan realisasi program pada tahun anggaran mendatang. Sebelumnya, sosialisasi kepada masyarakat di lokasi terdampak akan dilakukan terlebih dahulu.
“Kami masih menyusun perencanaan. Tahun depan kalau bisa ditangani, kami akan adakan sosialisasi di awal. Kami sampaikan konsep pemerintah kota agar masyarakat tahu sejak awal,” katanya.
Robert berharap dukungan anggaran tersedia agar program penataan kawasan kumuh dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga.


























Discussion about this post