
Oleh Nico
Pematangsiantar – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga tarung campuran (Mixed Martial Arts/MMA). Atlet putri sekaligus mahasiswi STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar, Delvi Nurfadillah, berhasil meraih medali emas pada GAMMA Asian Championships 2026 di Malaysia. Prestasi ini diraihnya pada kelas -47,6 kg putri, Sabtu (1/8/2026).
Prestasi ini menjadi pencapaian internasional kedua bagi Delvi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sebelumnya, pada awal tahun 2026, ia telah menorehkan sejarah serupa dengan meraih medali emas sekaligus penghargaan Most Outstanding Athlete pada 3rd AMMA Championship di Luzhou, Tiongkok (9–11 Januari 2026).

Dua medali emas dari dua kejuaraan Asia berbeda dalam waktu tujuh bulan menegaskan bahwa Delvi Nurfadillah adalah atlet kelas dunia
Delvi menjadi salah satu dari lima peraih medali emas yang membawa nama Merah Putih harum di kancah internasional. Keberhasilan ini sekaligus menjadikannya salah satu wakil dari Sumatra Utara yang menyumbangkan emas dalam ajang tersebut.
Pada partai final, Delvi berhadapan dengan sesama atlet Pelatnas Indonesia, Novia Pesik. Pertandingan berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Novia Pesik harus puas finis sebagai peraih medali perak, sementara dua medali perunggu diraih oleh Zhussupova T dari Kazakhstan dan Kheiv C dari Kamboja.

Meski saling berhadapan di partai puncak, Delvi dan Novia menunjukkan semangat persaudaraan sebagai atlet Merah Putih yang sama-sama berjuang mengharumkan nama bangsa. Pertandingan tersebut menjadi bukti bahwa persaingan di arena tidak mengurangi rasa persatuan dan kebanggaan sebagai wakil Indonesia.

Usai dinobatkan sebagai juara, Delvi mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya. Ia menyampaikan terima kasih kepada PB Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PERTACAMI), seluruh pelatih, manajer, dokter tim, masseur, rekan-rekan latihan, serta semua pihak yang mendukung proses persiapan hingga pertandingan berlangsung. Tak lupa, ia juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada kedua orang tuanya atas doa, dukungan, dan kasih sayang tanpa henti.
“Harapan saya, semoga masyarakat terus mendukung dan mendoakan para atlet Indonesia. Dukungan itu menjadi semangat bagi kami untuk terus berjuang membawa prestasi bagi Sumatera Utara dan Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan dan doa yang selalu menyertai langkah kami.” ujar Delvi.
Secara keseluruhan, kontingen Indonesia di bawah naungan PB PERTACAMI membawa pulang total 15 medali dari GAMMA Asian Championships 2026, terdiri dari 5 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menempatkan Indonesia di peringkat keempat klasemen akhir medali.
Delvi dikenal sebagai salah satu atlet andalan di kelasnya. Sepanjang turnamen, ia menunjukkan performa konsisten dengan strategi dan teknik matang, hasil latihan intensif bersama pelatih serta dukungan penuh dari kampus tempatnya menimba ilmu.
STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih mahasiswinya. Pihak kampus menyatakan bahwa Delvi adalah bukti nyata mahasiswa mampu berprestasi di bidang akademik sekaligus olahraga tingkat internasional.
“Prestasi Delvi adalah kebanggaan bagi kami seluruh civitas akademika STIKOM Tunas Bangsa. Kami akan terus mendukung penuh perjuangannya, baik di bidang olahraga maupun pendidikan,” ujar Harly Okprana, perwakilan kampus.
Keberhasilan di Asian Championships ini menjadi modal penting bagi Delvi dan tim Indonesia menuju GAMMA World Championship yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026. Delvi menyatakan siap berlatih lebih giat untuk menghadapi tantangan dunia.
Dengan raihan emas di ajang Asia, Delvi Nurfadillah tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa prestasi gemilang dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.(*)



























Discussion about this post