
Suasana ibadah Minggu di Dusun I Lae Bingke, Desa Simpang Tiga Lae Bingke, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, mendadak berubah menjadi kepanikan. Warga yang tengah mengikuti kebaktian berhamburan keluar gereja setelah mengetahui rumah-rumah di lingkungan mereka terbakar. Kobaran api yang membumbung tinggi memicu kepanikan, sementara warga bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga akhirnya bantuan mobil pemadam kebakaran Yonif TP 905 TS tiba di lokasi dan berhasil mencegah api meluas ke permukiman lainnya.

Oleh S Simatupang
TAPANULI TENGAH – Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di Dusun I Lae Bingke, Desa Simpang Tiga Lae Bingke, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media BERITAMONALISA.COM, kobaran api pertama kali diketahui oleh salah seorang tetangga korban. Saat itu, pemilik rumah sedang tidak berada di dalam rumah. Saksi melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api membesar dari salah satu rumah, kemudian berteriak meminta pertolongan.
Teriakan tersebut langsung mengundang perhatian warga yang baru saja keluar dari gereja. Tanpa menunggu lama, mereka berlari menuju lokasi sambil membawa ember, jeriken, dan berbagai peralatan seadanya yang berisi air untuk memadamkan api. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya warga belum mampu mengendalikan kebakaran.
Di saat yang sama, Pasi Damkar Yonif TP 905 TS, Letda Inf. Prajaka Desha, menerima informasi dari Pasi Intel Yonif TP 905 TS, Letda Inf. F. Gultom, mengenai terjadinya kebakaran rumah warga di Desa Simpang Tiga Lae Bingke.
Mendapat laporan tersebut, satu unit mobil pemadam kebakaran milik Yonif TP 905 TS bersama belasan personel segera diberangkatkan menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, personel Damkar Yonif TP 905 TS langsung melakukan pemadaman dan berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB. Selanjutnya, mobil pemadam bersama personel Yonif TP 905 TS kembali ke markas mereka di Desa Mas Nauli, Kecamatan Sirandorung, yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi kebakaran.
Selama proses pemadaman berlangsung, aparat kepolisian dari Polsek Manduamas juga melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Manduamas, AKP Maruli Simanjorang, SH, bersama enam personel.
Kapolsek Manduamas menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Kepala Desa Simpang Tiga Lae Bingke, Jontri Tumanggor, menjelaskan bahwa kebakaran menghanguskan empat unit rumah. Dari jumlah tersebut, satu rumah terbakar hingga rata dengan tanah, satu rumah mengalami kerusakan lebih dari separuh bangunan, sedangkan dua rumah lainnya mengalami kerusakan akibat jilatan api.
“Sumber api masih belum dapat dipastikan. Kerugian yang dialami para korban juga masih dalam proses pendataan. Beruntung mobil pemadam kebakaran milik Yonif TP 905 TS datang dengan cepat sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Jontri Tumanggor.
Warga sekitar turut mengapresiasi kehadiran Yonif TP 905 TS di wilayah Kecamatan Sirandorung. Menurut mereka, respons cepat personel Damkar TNI AD menjadi faktor penting yang mampu menyelamatkan permukiman dari kebakaran yang lebih besar.
“Kami sebelumnya tidak mengetahui bahwa Yonif TP 905 TS memiliki mobil pemadam kebakaran. Kalau tidak ada bantuan itu, kemungkinan besar api akan merambat ke rumah-rumah lain dan jumlah korban pasti jauh lebih banyak,” ungkap sejumlah warga bermarga Silaban, Sitorus, dan Hasugian yang merupakan tetangga para korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran, sekaligus menunjukkan bahwa sinergi antara masyarakat, TNI, dan Polri mampu mempercepat penanganan keadaan darurat sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.(*)


























Discussion about this post