SERDANG BEDAGAI – Antrean panjang kendaraan angkutan barang kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nomor 14.205.1130 yang berada di Dusun I, Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Puluhan truk bermuatan barang tampak mengular hingga keluar area SPBU saat menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, antrean didominasi kendaraan angkutan barang yang memanfaatkan bahu jalan bahkan sebagian badan jalan untuk menunggu giliran memasuki area pengisian solar. Kondisi tersebut menyebabkan arus kendaraan dari kedua arah mengalami perlambatan karena ruang gerak pengguna jalan menjadi terbatas.
Panjang antrean truk terlihat membentang hingga keluar kompleks SPBU. Para pengemudi memilih tetap mengantre demi mendapatkan pasokan solar yang dibutuhkan untuk melanjutkan aktivitas distribusi barang.
Meski antrean cukup panjang, proses pengisian BBM di dalam SPBU terpantau tetap berlangsung normal. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kepadatan antrean tersebut.
Apakah disebabkan meningkatnya kebutuhan solar, keterbatasan pasokan, atau faktor teknis lainnya, masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.
Situasi tersebut turut menjadi perhatian para pengguna jalan. Selain memperlambat arus lalu lintas di salah satu jalur utama penghubung antarwilayah di Sumatera Utara, antrean kendaraan juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengendara tidak berhati-hati saat melintasi lokasi.
Pengguna Jalan Lintas Sumatera yang melintas di kawasan SPBU Kota Galuh diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan kendaraan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas guna menghindari potensi kecelakaan maupun kemacetan yang lebih parah.
Sementara itu, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait mengenai penyebab antrean panjang tersebut serta langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengurai kepadatan kendaraan agar arus lalu lintas di kawasan tersebut dapat kembali normal.(*)
Reporter : Budiman Manik



























Discussion about this post