Oleh Redaksi
SIMALUNGUN – Di tengah perjuangan masyarakat menyelesaikan renovasi masjid yang selama ini menjadi pusat ibadah warga, secercah harapan datang dari tangan dermawan. Bantuan infak berupa 200 zak semen dari H. Novri Ompusunggu disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat dan seluruh jemaah Masjid Ridho.
Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi percepatan penyelesaian pembangunan rumah ibadah yang berada di Kampung Ladangan, yang selama ini masih menghadapi sejumlah kendala infrastruktur.
Sebanyak 200 zak semen diterima langsung oleh Imam Masjid Ridho, Edi Purwanto, bersama Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Sya’ban Sinaga, pada Rabu (1/7/2026).
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak H. Novri Ompusunggu yang telah menyalurkan infaknya kepada Masjid Ridho. Semoga bantuan ini dapat mempercepat penyelesaian renovasi masjid sehingga jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk,” ujar Edi Purwanto.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar material bangunan, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap syiar Islam dan kemakmuran rumah ibadah yang selama ini menjadi tempat berkumpul dan beribadah masyarakat setempat.
Senada dengan itu, Ketua Pembangunan Masjid Ridho, Sya’ban Sinaga, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut datang pada saat yang sangat dibutuhkan karena progres pembangunan saat ini telah mendekati tahap penyelesaian.
“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap pembangunan Masjid Ridho dapat segera rampung dan menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk beribadah. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid ini,” ungkapnya.
Sya’ban menjelaskan, meski bangunan utama masjid hampir selesai, masih terdapat sejumlah pekerjaan penting yang harus segera dituntaskan. Salah satunya adalah kondisi halaman masjid yang hingga kini belum memiliki lantai yang layak.
Akibatnya, setiap kali hujan turun, air hujan kerap masuk ke dalam area masjid akibat tempias sehingga mengganggu kenyamanan jemaah saat melaksanakan ibadah. Selain itu, area tempat berwudhu juga belum memiliki perlindungan memadai sehingga para jemaah sering kali harus kehujanan ketika hendak bersuci.
“Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami. Perbaikan lantai halaman dan pembangunan atap pelindung untuk area wudhu menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas ibadah dapat berjalan lebih nyaman,” jelas Sya’ban.
Masyarakat berharap semangat gotong royong dan kepedulian para dermawan dapat terus mengalir demi menyempurnakan pembangunan Masjid Ridho. Sebab, bagi warga Kampung Ladangan, masjid bukan hanya tempat menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta penguat tali silaturahmi masyarakat.
Infak yang diberikan H. Novri Ompusunggu pun menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh subur di tengah masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi para dermawan lainnya untuk turut mengambil bagian dalam membangun rumah Allah demi kemaslahatan umat.(*)



























Discussion about this post