Di tengah padamnya aliran listrik dan keterbatasan suasana, semangat pendidikan justru menyala terang di Kabupaten Batu Bara. Tangis haru, doa, hingga prosesi tepung tawar mengiringi pelepasan 26 siswa kelas VI UPTD SDN 06 Perkebunan Tanah Gambus, Kecamatan Limapuluh, Sabtu (23/5/2026). Momen penuh emosional itu menjadi bukti bahwa perjuangan mendidik generasi bangsa tidak pernah padam, meski dalam kesederhanaan.
Oleh Suyanto
BATU BARA | – Pelepasan siswa kelas VI secara serentak yang digelar di seluruh UPTD SD Negeri se-Kabupaten Batu Bara berlangsung penuh khidmat dan makna. Salah satu yang menyita perhatian berlangsung di UPTD SDN 06 Perkebunan Tanah Gambus, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara.
Acara yang digelar di Balai Karyawan Perkebunan Tanah Gambus, tidak jauh dari lingkungan sekolah tersebut, berlangsung meriah sekaligus mengharukan. Sebanyak 26 siswa resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun di bangku sekolah dasar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan prosesi tepung tawar sebagai simbol restu, keselamatan, serta harapan terbaik bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Tradisi itu dilakukan oleh dewan guru, para undangan, serta orang tua wali murid, diiringi alunan musik keyboard yang tetap menggema meski sempat terjadi pemadaman listrik.
Situasi tersebut tidak menyurutkan semangat pihak sekolah untuk tetap menyukseskan kegiatan “Rentak Karya Pelepasan Siswa Kelas VI” yang menjadi agenda serentak di Kabupaten Batu Bara.
Kepala UPTD SDN 06 Perkebunan Tanah Gambus, Heriana, S.Pd.
Dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh haru kepada anak-anak didiknya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengingat perjalanan para siswa sejak duduk di kelas satu hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan dasar.
“Kejarlah ilmu setinggi mungkin. Jangan hanya mengejar harta, karena pendidikan jauh lebih penting untuk masa depan. Jadilah anak yang berguna, membahagiakan orang tua, dan tetap menjaga nama baik sekolah,” ujar Heriana penuh haru.
Suasana semakin emosional ketika Kepala Sekolah tampak meneteskan air mata, tanda bangga sekaligus harapan besar kepada seluruh siswa agar kelak menjadi generasi yang sukses dan berbakti kepada orang tua.
Ketua Komite Sekolah juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus melanjutkan pendidikan dan tidak putus sekolah. Menurutnya, ilmu pengetahuan merupakan bekal utama untuk membangun masa depan bangsa.
Pesan senada turut disampaikan perwakilan wali murid, Ibu Hutasoit. Ia berharap seluruh anak-anak yang dilepas tetap memiliki semangat belajar dan terus bersekolah selama orang tua masih mampu mendukung pendidikan mereka.
“Jangan sampai ada yang berhenti sekolah. Pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Tidak hanya diisi prosesi pelepasan, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya. Para siswa menampilkan tari-tarian daerah, pembacaan puisi, hingga hiburan bernyanyi yang mendapat apresiasi meriah dari para tamu undangan.
Keterlibatan adik kelas dalam pentas seni juga menjadi simbol regenerasi dan solidaritas antar siswa di lingkungan sekolah. Mereka dilibatkan untuk belajar tampil percaya diri sekaligus meneruskan tradisi positif sekolah.
Seluruh rangkaian acara terselenggara berkat kerja sama antara pihak sekolah, dewan guru, komite sekolah, serta orang tua wali murid yang turut berpartisipasi dalam perencanaan, pendanaan, dan dukungan moral demi suksesnya kegiatan.
Selain menjadi ajang perpisahan, momentum tersebut juga dimanfaatkan sebagai bentuk evaluasi dan motivasi pendidikan bagi siswa menuju jenjang SMP maupun MTs.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak sekolah juga menyerahkan cendera mata kepada siswa berprestasi. Acara kemudian ditutup dengan hiburan dan kebersamaan penuh sukacita.
Pelaksanaan “Rentak Karya Pelepasan Siswa Kelas VI” yang digelar serentak di Kabupaten Batu Bara tahun 2026 ini menjadi simbol sinergi antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan Dinas Pendidikan dalam membangun semangat pendidikan yang humanis, berbudaya, dan penuh kebersamaan.
Di balik sederhana nya acara, tersimpan pesan kuat bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan tentang harapan, perjuangan, dan masa depan generasi penerus bangsa.(*)



























Discussion about this post