Transformasi digital kini mulai menyentuh denyut ekonomi rakyat di Kota Pematangsiantar. Melalui langkah konkret dan kolaborasi strategis, Kantor Perwakilan Bank Indonesia bersama Bank Sumut Cabang Pematangsiantar terus memperkuat implementasi pembayaran retribusi pasar berbasis QRIS di Pasar Horas. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan sistem pembayaran yang lebih modern, transparan, cepat, dan aman bagi para pedagang maupun pengelola pasar tradisional.
Oleh BaBE
SIANTAR | – Kantor Perwakilan Bank Indonesia menggelar diskusi lanjutan terkait implementasi QRIS Retribusi Pasar di Pasar Horas Kota Pematangsiantar bersama Bank Sumut Cabang Pematangsiantar, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran pada sektor retribusi pasar.
Pertemuan itu membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat implementasi pembayaran retribusi secara nontunai melalui QRIS, guna mendukung terciptanya sistem pembayaran yang lebih praktis, efisien, dan transparan bagi pengelola maupun para pedagang pasar.
Diskusi dipimpin oleh M. Fauzan Robbani selaku Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Pematangsiantar. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa sejumlah aspek penguatan implementasi perlu menjadi perhatian bersama agar sistem pembayaran digital di Pasar Horas dapat berjalan optimal.
Beberapa aspek yang dibahas antara lain penyediaan infrastruktur pembayaran QRIS statis dan dinamis di area pasar, dukungan perangkat transaksi seperti mesin EDC dan printer thermal, hingga penguatan sistem settlement secara real-time guna mendukung proses administrasi dan rekonsiliasi keuangan yang lebih efektif dan akurat.
Tidak hanya fokus pada kesiapan teknologi, Bank Indonesia juga menekankan pentingnya edukasi kepada para pedagang serta pelatihan bagi petugas penagih retribusi. Pendampingan tersebut dinilai penting untuk membantu proses adaptasi penggunaan transaksi digital agar berjalan lebih nyaman, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan pasar tradisional.
Kolaborasi antara pengelola Pasar Horas dan Bank Sumut diharapkan mampu memperkuat ekosistem transaksi digital di Kota Pematangsiantar sekaligus meningkatkan penggunaan QRIS sebagai kanal pembayaran retribusi pasar yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal.
Implementasi pembayaran digital ini juga diharapkan memberi kemudahan bagi para pedagang di Gedung 1 hingga Gedung 4 (Balerong) Pasar Horas dalam melakukan pembayaran retribusi secara nontunai, sejalan dengan upaya bersama mendukung transformasi digital di sektor perdagangan rakyat.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa pasar tradisional tidak lagi identik dengan sistem pembayaran konvensional. Di tengah perkembangan teknologi, Pasar Horas mulai bergerak menuju ekosistem perdagangan modern yang tetap berpihak pada kemudahan dan kebutuhan masyarakat kecil.(*)



























Discussion about this post