Oleh Nico
PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan menggelar Operasi Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat ini akan berlangsung selama sepuluh hari, dari 8 hingga 17 Desember 2025.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbet Aruan, SPd., MH., menjelaskan bahwa operasi pasar ini diselenggarakan berdasarkan Surat Kepala Dinas nomor 019/500.2/2254/XII-2025 tanggal 4 Desember 2025. Lokasi pelaksanaannya akan bergilir di berbagai titik di delapan kecamatan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mengendalikan harga di pasaran saat menjelang hari raya,” ujar Herbet, Selasa (10/12/2025).
Pelaksanaan pasar murah dimulai pada Senin, 8 Desember 2025, di area Segitiga Sibatubatu, Kecamatan Siantar Sitalasari. Kegiatan kemudian berpindah ke Kantor Camat Siantar Utara (9/12), Kantor Camat Siantar Timur (10/12), Kantor Lurah Parhorasan Nauli, Siantar Marihat (11/12), dan Kantor Camat Siantar Marimbun (12/12).
Setelah libur akhir pekan, operasi pasar dilanjutkan pada Senin, 15 Desember 2025, di Tugu Becak atau Lapangan Parkir Pariwisata Jalan Merdeka. Selanjutnya, giliran Kantor Camat Siantar Selatan (16/12) dan terakhir di Kantor Camat Siantar Martoba pada Rabu, 17 Desember 2025.
Masyarakat dapat membeli sembilan bahan pokok dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Komoditas yang disediakan antara lain beras SPHP 5 kg seharga Rp51.500, telur seharga Rp51.000 per papan, serta minyak goreng merek Fortune (Rp17.000/liter) dan MinyaKita (Rp14.500/liter). Selain itu, tersedia juga gula pasir Rp14.000/kg, tepung Mila Rp8.000/kg, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.
Herbet Aruan juga mengimbau kepada seluruh pihak kecamatan dan kelurahan untuk turut aktif menyosialisasikan kegiatan ini kepada warga. Sosialisasi dapat dilakukan melalui media sosial maupun perangkat pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Dengan sosialisasi yang masif, diharapkan informasi dapat tersebar luas dan masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan berbelanja kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau ini,” pungkas Herbet.
Operasi Pasar Murah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menciptakan kestabilan ekonomi kota di masa perayaan Natal dan Tahun Baru. (*)



























Discussion about this post