Redaksi/Ril
TAPANULI TENGAH – Best intelegensi Merupakan kemampuan mental komprehensif untuk belajar, memahami, berpikir logis, memecahkan masalah, dan beradaptasi, tidak hanya diukur dari IQ tinggi (logika-matematis), tapi juga mencakup kecerdasan linguistik, interpersonal (sosial), intrapersonal (diri sendiri), musikal, spasial, kinestetik (fisik), Duta Intelegensia” menunjukkan bahwa pemenangnya unggul dalam hal pengetahuan, pemikiran kritis, dan kemampuan untuk menjadi representasi positif di bidang yang diwakilinya, baik itu budaya, pendidikan, lingkungan, atau isu sosial lainnya.
Seorang Pemuda Yang Berasal dari Kabupaten Tapanuli Yang Berani Ke Tingkat nasional mewakili Sumatera Utara, ia Mengikuti Ajang Bergengsi yaitu Duta Lingkungan Indonesia 2025 di Jakarta Selatan
Perjuangan Erik Menjadi Duta Lingkungan Indonesia 2025 Tidak Mudah ia harus melewati berbagai tantangan agar tetap melaju ke tingkat nasional di Jakarta, dengan semangat dan optimis tetap membawa nama Sumatera Utara terkhusus tempat ia tinggal di kabupaten Tapanuli Tengah
Saya ingin menjadi
bagian dari perubahan. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah untuk menyuarakan kepedulian terhadap alam dan mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli pada lingkungan, Saya Siap Menjadi Pelopor Lingkungan di Tapanuli Tengah, Bagaimana Nanti Saya Sebagai Duta Bisa Dapat Berkolaborasi dengan Seluruh Elemen Untuk Lebih Fokus Dalam Isu Lingkungan ” pungkas Erik Pasaribu
Ia Juga Menceritakan Bagaimana Perjuangan selama berada di jakarta dalam mengikuti ajang nasional, Saya waktu Memiliki Kendala Keberangkatan yang dimana berangkat pada tanggal 25 November 2025 Namun karena ada kendala saya undur, namun bencana tidak membuat saya patah semangat dan putus asa untuk mengharumkan nama Sumatera Utara ” Pungkas Erik F Pasaribu
Erik Pasaribu Juara Kategori best intelegensia Selama di jakarta selalu menyuarakan Pentingnya Menjaga Alam Serta Tindakan Pemerintah Dalam Menangani Krisis Lingkungan, Terkhusus di Kabupaten Tapanuli Tengah Erik Pasaribu Mengatakan Bahwasanya ada Perusahaan Ilegal di Kabupaten Tapanuli Yang Memiliki Luas 451 Hektare yang dimana terjadi nya Ilegal Logging
Erik Pasaribu Juga Menyoroti Kenapa Terjadi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli ia menyebut karena perambahan atau alih fungsi hutan menjadi sawit, serta illegal logging, Erik Juga Berpesan Awasi dan Suarakan: Terus awasi aktivitas industri di sekitar kita. Laporkan setiap dugaan pelanggaran lingkungan hidup kepada pihak berwenang atau organisasi lingkungan seperti WALHI Sumut.
Tuntut Transparansi: Tuntut pemerintah daerah dan pusat untuk lebih transparan dalam pemberian izin usaha dan penegakan hukum lingkungan.
Aksi Nyata: Mulai dari hal kecil: tanam pohon, kurangi penggunaan plastik, dan jaga kebersihan lingkungan sekitar kita serta Penegakan Hukum Yang Berkeadilan dan Tindakan Tegas Terhadap Perusak Lingkungan , Erik juga mengatakan keterlambatan dalam Mengurus Bencana di Tapanuli Tengah.(*)



























Discussion about this post