
Oleh BaBE
SIMALUNGUN – Deru alat berat dan dentuman aspal panas kini menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai penjuru Kabupaten Simalungun. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Anton Achmad Saragih, SE, MM, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun bergerak cepat membenahi infrastruktur dasar—khususnya jalan dan jembatan—yang menjadi nadi utama kehidupan ekonomi masyarakat.
Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Pemkab Simalungun. Melalui semangat “Bersama Semangat Baru Simalungun Menuju Simalungun Maju,” pemerintah mengeksekusi 194 titik proyek perbaikan dan rekonstruksi jalan yang tersebar di 32 kecamatan. Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata investasi jangka panjang demi kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal beton dan aspal. Ini tentang membuka akses, mempercepat arus ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup rakyat,” tegas Bupati Anton saat meninjau proyek jalan di Kecamatan Raya, Senin (13/10/2025).
Aksi Nyata Pemerintah: 195 Proyek Jalan Dikebut
Kepala Bidang Jalan Dinas PUTR Simalungun, Agus Sinaga, menyebut bahwa hingga pertengahan Oktober 2025, progres fisik sudah mencapai 35 persen. Pembangunan ini meliputi rekonstruksi hotmix, rigid beton, dan perbaikan jembatan di berbagai titik strategis.
“Ini merupakan tindak lanjut dari visi-misi Bupati Anton melalui program Benahi, yang fokus pada peningkatan pelayanan publik dan fasilitas dasar. Jalan yang baik akan menghidupkan ekonomi desa dan memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujar Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Ir. Hotbinson, ST, MT menambahkan, Bupati Anton rutin turun langsung ke lapangan untuk memastikan mutu pekerjaan sesuai standar teknis.
“Beliau tidak sekadar menerima laporan, tapi langsung meninjau kondisi jalan. Kami baru saja mendampingi Bupati ke ruas Jalan Salain Saragih di Kecamatan Raya, dan hasilnya sangat memuaskan,” kata Hotbinson.
Dari Desa Kekota Infrastruktur Mulus Buka Akses Ekonomi Baru
Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah rekonstruksi Jalan Simpang Pangalbuan – Kariahan, Kecamatan Raya sepanjang 1.200 meter yang kini sudah mencapai progres 88,54 persen.
“Jalan yang mulus akan memudahkan petani membawa hasil panennya ke pasar. Ekonomi rakyat akan lebih cepat bergerak,” ujar Bupati Anton di sela kunjungan kerjanya.
Warga setempat, S. Damanik, mengaku kini perjalanan ke pasar jauh lebih cepat.
“Dulu jalan berlubang dan becek. Sekarang kami bisa angkut hasil tani dengan mudah. Terima kasih kepada Pak Bupati,” ucapnya penuh syukur.
Selain fokus pada jalan, Bupati Anton juga menaruh perhatian pada sektor pendidikan. Saat mengunjungi SD Negeri 091336 di Kecamatan Raya, ia menerima langsung aspirasi para guru terkait fasilitas sekolah. Mulai dari kondisi kamar mandi yang kurang layak hingga belum tersedianya jaringan internet.
“Kami akan tindak lanjuti satu per satu. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman untuk belajar,” ujarnya.
Tantangan Besar, Tekad Lebih Besar
Data BPS Simalungun Dalam Angka 2025 mencatat, dari total panjang jalan kabupaten 1.803,78 km, sekitar 49 persen masih rusak berat dan 30 persen dalam kondisi baik. Fakta ini menjadi dorongan kuat bagi Pemkab Simalungun untuk mempercepat pembangunan jalan berkualitas.
Bupati Anton menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam RPJMD 2025–2029, sejalan dengan Instruksi Mendagri No. 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan daerah.
“Kami akan terus menuntaskan jalan rusak secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Tujuan kami adalah pemerataan pembangunan yang adil dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menuju Simalungun Maju dan Sejahtera
Langkah besar Bupati Anton bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi juga membangun kepercayaan publik. Pembangunan infrastruktur kini menjadi simbol nyata dari pemerintahan yang bekerja untuk rakyat—dari desa hingga kota.
“Semangat Benahi adalah semangat perubahan. Kami ingin setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Simalungun,” tutup Bupati Anton penuh keyakinan.
Kini, jalan-jalan yang dulunya rusak mulai berubah menjadi jalur harapan. Truk-truk pengangkut hasil tani kembali ramai melintas. Anak-anak pergi ke sekolah tanpa harus melewati jalan berlubang. Perlahan namun pasti, Simalungun bergerak menuju masa depan yang lebih maju, terhubung, dan sejahtera.(ADVERTORIAL)
























Discussion about this post