
Oleh BaBE
SIMALUNGUN — Harapan baru bagi masyarakat Sumatera Utara akhirnya terwujud. Senin (29/9/2025) sore, di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam, gaung perubahan menggema saat Program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas dan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah resmi diluncurkan.
Acara bersejarah ini diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan David Bangun, disaksikan para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, termasuk Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih yang hadir dengan semangat penuh komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan tanpa batas bagi seluruh warganya.
David Bangun dalam sambutannya menegaskan, capaian UHC Prioritas di Sumatera Utara menjadikan provinsi ini sebagai salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia yang berhasil mencapai cakupan kesehatan menyeluruh.
Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga keaktifan peserta minimal 80% dan peningkatan kualitas layanan agar prinsip mudah, cepat, dan setara benar-benar dirasakan masyarakat.
Gubernur Bobby Nasution menyampaikan kebijakan revolusioner: mulai 1 Oktober 2025, seluruh masyarakat Sumatera Utara dapat berobat hanya dengan menggunakan KTP di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Ia juga menegaskan bahwa rumah sakit tidak boleh lagi menolak pasien dengan alasan kamar kelas 3 penuh. “Pasien boleh dirawat di kelas 2 tanpa biaya tambahan. Tidak boleh ada lagi rakyat Sumut yang menderita karena birokrasi,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Simalungun Jadi Contoh Nyata
Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, dengan penuh optimisme menyatakan kesiapan penuh daerahnya untuk menjalankan amanat besar tersebut. “Kabupaten Simalungun siap dan menyambut baik program berobat gratis hanya dengan menggunakan KTP. Tidak boleh ada warga Simalungun yang takut sakit karena takut biaya,” ujar Bupati penuh keyakinan.
Dalam kesempatan itu, Kabupaten Simalungun juga menerima Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 28,4 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang akan digunakan untuk memperkuat pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Tak berhenti di situ, Pemkab Simalungun bahkan telah lebih dulu melangkah. Jumat (25/9/2025), di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Pamatang Raya, Bupati Anton Achmad Saragih meresmikan secara resmi UHC Kabupaten Simalungun, menandai tonggak sejarah baru dalam dunia kesehatan daerah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Simalungun, Edwin Tony SM Simanjuntak, melaporkan bahwa dari total 1.004.303 jiwa, tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai 101,78%, dengan keaktifan mencapai 80,59% per 1 September 2025 — angka yang melampaui target nasional.
Edwin juga mengungkapkan lonjakan luar biasa kepesertaan segmen PBPU Pemda: dari 46.322 jiwa (2020) menjadi 245.066 jiwa pada 2025. “Ini bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya.
Transformasi Layanan Kesehatan
Dalam sambutannya, Bupati Anton menegaskan bahwa UHC bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan moral dan sosial untuk menegakkan hak dasar manusia: hak untuk sehat.
“Saat ini, 46 Puskesmas, 3 RSUD, dan 3 rumah sakit swasta di Simalungun telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari 46 klinik, 23 sudah terintegrasi, dan 5 dari 9 praktik mandiri dokter telah bermitra dengan BPJS. Sisanya sedang proses kredensialing,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan mutu pelayanan agar masyarakat tidak hanya memiliki jaminan di atas kertas, tetapi juga mendapatkan pelayanan yang manusiawi.
“Saya ingin masyarakat datang ke Puskesmas bukan karena terpaksa, tetapi karena percaya bahwa layanan di sana cepat, ramah, dan setara,” ujar Bupati Anton.
Untuk memastikan keberlanjutan UHC, Bupati Anton memerintahkan seluruh perangkat daerah agar terus mengedukasi masyarakat, mempermudah pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS, serta memperkuat kualitas fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan pemerintah.
“UHC bukan garis akhir, tetapi awal dari perjuangan panjang mewujudkan masyarakat Simalungun yang sehat, kuat, dan bahagia,” pungkasnya.
Acara peluncuran turut dihadiri Sekda Mixnon Andreas Simamora, pejabat Pemkab, perwakilan BPJS Kesehatan wilayah Sumut, para camat, direktur rumah sakit, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Simalungun.
Momentum ini menjadi saksi bahwa di bawah kepemimpinan Anton Saragih, Simalungun bergerak menuju era baru: pelayanan kesehatan tanpa sekat, tanpa biaya, untuk seluruh rakyat.(ADVERTORIAL)
























Discussion about this post