
Oleh Redaksi
PAMATANG RAYA — Lima posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun resmi berganti kepemimpinan. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) dilantik dan diambil sumpah/janjinya untuk memperkuat mesin birokrasi sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara, Jumat (24/7/2026), dipimpin langsung Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih.
Pelantikan tersebut disaksikan Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Debora DPI Hutasoit, Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum Ronald Siharmada Banjarnahor dan Rahniawan.
Turut hadir Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, para Asisten, Staf Ahli Bupati, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Simalungun.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Simalungun, Jonrismantuah Damanik, menjelaskan pengisian jabatan strategis tersebut dilakukan melalui penerapan Manajemen Talenta, dengan mengedepankan prinsip objektivitas, profesionalitas dan kompetensi.
Simalungun, kata dia, kini tercatat sebagai salah satu dari lima pemerintah daerah terbaik di Provinsi Sumatera Utara dalam penerapan sistem Manajemen Talenta bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Proses pengisian jabatan juga disebut telah memenuhi prosedur hukum serta memperoleh persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebagaimana tertuang dalam sejumlah surat keputusan dan rekomendasi yang diterbitkan pada Juni hingga Juli 2026.
Dalam arahannya, Bupati Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian posisi birokrasi. Lebih dari itu, momentum tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan tata kelola pemerintahan yang objektif, transparan, akuntabel, dan berbasis kompetensi.
Hal itu, menurut Bupati, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta peraturan turunannya.
“Pelantikan ini diharapkan semakin memperkuat penyelenggaraan pemerintahan, mempercepat pelaksanaan pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai tahapan yang telah ditetapkan,” ujar Anton.
Bupati juga mengingatkan, tantangan pemerintahan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik dituntut tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.
Ia mengajak seluruh aparatur Pemkab Simalungun memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta memperluas kolaborasi untuk mewujudkan visi “Semangat Baru Simalungun Maju.”
“Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan. Keberhasilan yang dicapai adalah hasil kerja keras kita semua, dan amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, profesionalisme, serta integritas yang tinggi,” pesannya.
Lima pejabat yang dilantik dan menempati posisi strategis tersebut yakni:
Akbar Putra Siregar, S.STP., M.Si., sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
Rut Siswi Julaini Hutapea, sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Resman Saragih, sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah.
Budiman Silalahi, sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ronny Rudyanto Butarbutar, sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Dengan bertambahnya kekuatan pada lima posisi strategis tersebut, Pemkab Simalungun diharapkan semakin mampu membangun birokrasi yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pesan yang mengemuka dari pelantikan itu pun jelas: jabatan bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja, integritas, inovasi, dan pelayanan nyata kepada masyarakat.(*)




























Discussion about this post