Oleh Redaksi
PEMATANGSIANTAR – Antrean panjang kendaraan, yang didominasi truk pengangkut barang, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.211.277, Jalan Sisingamangaraja (SM Raja), Kecamatan Sitalasari, Kota Pematangsiantar, Jumat (17/7/2026), kembali menuai keluhan masyarakat.
Barisan kendaraan yang mengular hingga memakan badan jalan tidak hanya memicu kemacetan panjang, tetapi juga mengganggu aktivitas warga, menutup akses keluar-masuk sejumlah perkantoran, hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kemacetan terjadi sejak siang hari ketika antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM semakin memanjang. Tidak hanya berada di jalur yang searah dengan lokasi SPBU, sejumlah truk juga terlihat mengantre dari arah berlawanan.
Bahkan, beberapa kendaraan memilih memutar balik di tengah jalan untuk bergabung ke dalam antrean. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di Jalan SM Raja tersendat dan memaksa pengendara lain memperlambat laju kendaraan karena sebagian badan jalan telah dipenuhi kendaraan yang mengantre.
Selain menghambat kelancaran lalu lintas, antrean yang meluber hingga ke bahu jalan juga mengganggu akses keluar-masuk, pertokoan, dan permukiman warga di sekitar lokasi.
Amir, kru media online beritamonalisa.com, mengaku hampir setiap hari harus menghadapi kemacetan akibat antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU tersebut.
“Bukan hanya macet, saya sendiri saat mengantre BBM Solar harus menunggu sekitar dua setengah jam baru mendapat giliran. Hampir setiap hari kondisi seperti ini terjadi,” ungkapnya.
Menurut Amir, diperlukan langkah tegas dari pihak terkait agar antrean kendaraan tidak semakin semrawut dan tidak melanggar aturan lalu lintas.
“Harus ada petugas yang mengatur antrean sehingga kendaraan tidak memutar balik sembarangan dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Jangan dibiarkan seperti ini karena kendaraan yang tidak ikut mengantre BBM akhirnya ikut terjebak macet,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Anto, seorang pegawai Pemerintah Kota Pematangsiantar. Ia mengaku terlambat menghadiri Sholat Jumat akibat terjebak kemacetan panjang di ruas Jalan SM Raja.
“Antreannya sudah sampai ke badan jalan. Ini sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan membuat macet. Saya sampai terlambat berangkat Sholat Jumat karena terjebak antrean kendaraan,” ujarnya.
Masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pihak pengelola SPBU, Pertamina, serta instansi terkait untuk mengatasi persoalan yang terus berulang tersebut. Pengaturan antrean yang lebih tertib dinilai penting agar tidak mengganggu kepentingan pengguna jalan lainnya maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Menanggapi berbagai keluhan masyarakat, diharapkan pihak Polres Pematangsiantar bersama pengelola SPBU dan pihak terkait terus meningkatkan pengamanan dengan melakukan pengaturan arus lalu lintas, menertibkan pengendara yang melanggar aturan, serta memastikan proses distribusi BBM berlangsung lancar tanpa menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian publik karena selain berdampak pada kelancaran lalu lintas, antrean panjang kendaraan juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera ditangani secara terkoordinasi oleh seluruh pihak yang berwenang.(*)



























Discussion about this post