Di tengah berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, harapan baru hadir di Kabupaten Batu Bara. Melalui program Bakti Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia terintegrasi, sebanyak 1.500 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari dukungan kewirausahaan, layanan kesehatan, bantuan bagi penyandang disabilitas, hingga pelunasan tunggakan SPP ratusan pelajar.

Oleh Suyatno
BATU BARA — Kepedulian pemerintah terhadap masyarakat rentan kembali diwujudkan melalui program nyata. Kabupaten Batu Bara menjadi salah satu lokus pelaksanaan Bakti Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) terintegrasi di Provinsi Sumatera Utara.
Dari dua kabupaten yang menjadi lokasi kegiatan bakti sosial Kemensos RI di Sumatera Utara, Kabupaten Batu Bara dipercaya menjadi salah satu daerah sasaran program yang menyasar ribuan masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan yang digelar melalui Sentra Bahagia Medan tersebut berlangsung sejak 16 Juni 2026 dan mencapai puncaknya pada Senin, 6 Juli 2026, bertempat di Aula Kantor Bupati Batu Bara.
Program ini menjadi bukti hadirnya negara dalam memberikan perlindungan sosial dan penguatan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam pelaksanaan bakti sosial tersebut, Kemensos RI menghadirkan sejumlah program strategis, di antaranya bantuan Atensi kewirausahaan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan usaha, khitanan massal yang dilaksanakan di RS Bidadari, pemberian nutrisi bagi lanjut usia, hingga bantuan alat bantu serta dukungan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas.
Tidak hanya itu, Kemensos juga memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan melalui program pelunasan tunggakan SPP bagi pelajar, program bebas pasung serta penguatan ekonomi keluarga bebas pasung, penguatan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Batu Bara turut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini, terutama dalam proses pengusulan calon penerima bantuan agar sesuai dengan kategori dan kriteria yang telah ditetapkan.
Untuk memperluas manfaat kegiatan sosial tersebut, Dinsos P3A Kabupaten Batu Bara juga menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dalam kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Pada puncak kegiatan, turut hadir Kepala Sentra Bahagia Medan, Bupati Batu Bara, Wakil Bupati Batu Bara, Pelaksana Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara, para Asisten Setdakab Batu Bara, Kepala Dinas Sosial P3A, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, SDM Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Batu Bara, unsur Sentra Bahagia Medan, serta jajaran Dinsos P3A Kabupaten Batu Bara.
Kehadiran pemerintah daerah bersama Kemensos RI menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi penanganan masalah sosial di daerah.
Sebanyak 400 penerima bantuan hadir langsung dalam acara puncak tersebut, sementara secara keseluruhan jumlah penerima manfaat dari rangkaian kegiatan bakti sosial mencapai 1.500 KPM.
Dari jumlah tersebut, penerima manfaat terbesar berasal dari program pelunasan tunggakan SPP dengan jumlah mencapai 500 siswa, sebagai bentuk dukungan pemerintah agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.
Melalui bakti sosial terintegrasi ini, Kemensos RI bersama Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi mampu meningkatkan kemandirian, kesejahteraan, serta membuka peluang baru bagi masyarakat penerima manfaat.
Batu Bara menjadi saksi, ketika kolaborasi pemerintah pusat dan daerah bergerak bersama menghadirkan kepedulian sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.(*)



























Discussion about this post