
Suasana duka menyelimuti rumah duka di Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Senin (29/6/2026). Kepergian Silverius Bangun, sosok yang dikenal luas sebagai Direktur Efarina TV, Ketua KORMI Kabupaten Simalungun, sekaligus tokoh sosial dan pendidikan di Sumatera Utara, menghadirkan kesedihan mendalam bagi berbagai kalangan. Salah satunya datang dari jajaran Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Oleh Kemas Niko
SIANTAR – Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar, Ishak Hutasuhut, didampingi Wakil Ketua Sahat Silalahi serta Kemas Edi Junaidi, melayat ke rumah duka almarhum Silverius Bangun di Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Senin (29/6/2026).
Kehadiran rombongan Al Washliyah tersebut menjadi wujud penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa atas berpulangnya sosok yang selama ini dikenal aktif membangun sinergi lintas sektor, mulai dari media, olahraga masyarakat, pendidikan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Di hadapan keluarga dan para pelayat, Ishak Hutasuhut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Silverius Bangun yang menurutnya bukan hanya seorang mitra organisasi, tetapi juga sahabat dan saudara seperjuangan dalam berbagai kegiatan sosial di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.
“Kami sangat berduka. Almarhum Silverius Bangun adalah teman, saudara, sekaligus mitra kami dalam banyak kegiatan sosial kemasyarakatan. Kepergian beliau merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kami di Al Washliyah dan masyarakat Pematangsiantar pada umumnya,” ujar Ishak.
Ia menambahkan, hubungan antara Al Washliyah dengan almarhum telah terjalin cukup lama melalui berbagai program pendidikan, kegiatan sosial, serta upaya memperkuat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Menurut Ishak, Silverius Bangun merupakan figur yang mampu menjembatani berbagai perbedaan dan membangun komunikasi lintas organisasi demi kepentingan masyarakat luas.
Senada dengan itu, Wakil Ketua PD Al Washliyah Kota Pematangsiantar, Sahat Silalahi, mengenang almarhum sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan konsisten dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Kami kehilangan seorang pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga konsisten berbuat untuk masyarakat. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tuturnya.
Sementara itu, suasana haru terlihat saat Kemas Edi Junaidi menyampaikan kesan dan kenangannya terhadap almarhum. Dengan suara bergetar, ia mengaku kehilangan sosok yang selama ini telah dianggap sebagai bagian dari keluarga.
“Bagi saya, almarhum Silverius Bangun bukan sekadar rekan atau mitra organisasi. Beliau sudah seperti adik sendiri, sahabat, sekaligus keluarga. Banyak perjalanan, cerita, dan perjuangan yang telah kami lalui bersama,” ungkap Kemas.
Kepergian Silverius Bangun memang meninggalkan jejak kehilangan yang tidak kecil. Di Sumatera Utara, namanya dikenal luas sebagai tokoh yang memiliki kiprah di berbagai bidang.
Selain menjabat sebagai Direktur Efarina TV, almarhum juga dipercaya memimpin Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Simalungun periode 2025–2029, dengan fokus mengembangkan olahraga rekreasi sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat.
Tak hanya itu, almarhum juga memimpin Yayasan Ala Delphi di Kabupaten Karo yang bergerak di bidang pendidikan dan kegiatan sosial, menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Dalam perjalanan sosial dan organisasinya, Silverius Bangun juga dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh penting di Sumatera Utara, termasuk JR Saragih. Kedekatan tersebut mencerminkan kemampuan almarhum membangun komunikasi dan jejaring yang luas, tanpa meninggalkan independensi serta prinsip-prinsip organisasi yang dipimpinnya.
Bagi banyak orang, Silverius Bangun bukan hanya seorang pemimpin organisasi atau pengelola media. Ia adalah sosok yang mampu merangkai dunia media, olahraga, pendidikan, dan sosial dalam satu semangat pengabdian yang utuh bagi masyarakat.
Hari ini, yang berpulang bukan sekadar seorang direktur, ketua organisasi, atau tokoh masyarakat. Sumatera Utara kehilangan seorang penggerak, seorang jembatan antar komunitas, dan seorang sahabat bagi banyak kalangan.
Doa dan penghormatan terus mengalir dari berbagai pihak. Semoga almarhum Silverius Bangun mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi duka yang mendalam ini.(*)



























Discussion about this post