Oleh Suyanto
BATU BARA – Krisis pasokan air bersih yang menyebabkan aliran PDAM Tirta Tanjung di wilayah Kelurahan Lima Puluh terhenti selama 10 hari akhirnya menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Batu Bara. Keluhan masyarakat yang terdampak memicu digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara bersama Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GEMAPI) dan Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung.
RDP yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara, Selasa (12/5), dihadiri Ketua Komisi IV beserta seluruh anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara, Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung, serta perwakilan Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GEMAPI).
Pertemuan tersebut digelar sebagai respons atas berbagai keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan distribusi air bersih di Kelurahan Lima Puluh. Dalam forum tersebut, perwakilan GEMAPI menyampaikan bahwa terhentinya aliran air selama 10 hari telah berdampak langsung terhadap aktivitas dan kebutuhan sehari-hari warga.
“Kami menyampaikan keluhan masyarakat mengenai buruknya manajemen PDAM Tirta Tanjung serta kondisi terhentinya aliran air selama 10 hari yang sangat berdampak terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ungkap perwakilan GEMAPI dalam RDP tersebut.
Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat, RDP juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi terhadap pelayanan PDAM Tirta Tanjung. Berbagai persoalan yang dikeluhkan warga dibahas bersama pihak terkait guna mencari solusi dan langkah konkret agar distribusi air bersih dapat kembali normal serta pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan.
Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara menegaskan bahwa persoalan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih, harus menjadi perhatian utama. Melalui RDP tersebut, diharapkan permasalahan yang selama ini dikeluhkan masyarakat Kelurahan Lima Puluh dapat segera dituntaskan sehingga pelayanan air bersih kepada pelanggan PDAM Tirta Tanjung kembali berjalan optimal.(*)



























Discussion about this post