Keresahan menyelimuti masyarakat Kecamatan Silou Kahean setelah muncul dugaan peredaran BBM oplosan yang diduga bercampur air dan merusak kendaraan warga. Sejumlah sepeda motor dilaporkan mogok usai mengisi bahan bakar di beberapa lokasi penjualan BBM eceran, memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas BBM yang beredar di wilayah tersebut.
Oleh J Purba
SIMALUNGUN | Sejumlah masyarakat di Kecamatan Silou Kahean mengeluhkan dugaan peredaran BBM oplosan yang dinilai sangat meresahkan warga. Keluhan itu mencuat setelah beberapa sepeda motor mengalami gangguan mesin usai mengisi bahan bakar di sejumlah titik penjualan BBM eceran.
Dugaan tersebut semakin menjadi perhatian publik setelah beredarnya unggahan video milik warga bernama H. Purba di media sosial Facebook. Dalam video itu, sepeda motor miliknya disebut mogok setelah mengisi BBM secara penuh di salah satu lokasi pengecer minyak.
Warga mengaku kecewa karena saat dilakukan pengecekan pada tangki kendaraan, ditemukan adanya campuran air di dalam BBM yang digunakan. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab kendaraan mengalami kerusakan hingga mogok di tengah perjalanan.
“Motor saya tiba-tiba brebet dan mati setelah isi BBM. Setelah diperiksa, ternyata ada air bercampur di dalam tangki,” ujar Arifin Damanik salah seorang warga dengan nada kecewa.
Akibat dugaan BBM bercampur air tersebut, sejumlah kendaraan masyarakat dilaporkan sulit dihidupkan kembali. Situasi itu membuat warga merasa resah dan khawatir terhadap keamanan serta kualitas BBM yang dijual di wilayah Silou Kahean.
Masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap dugaan peredaran minyak oplosan tersebut agar tidak semakin merugikan warga kecil. Selain berpotensi merusak kendaraan, BBM yang diduga tercampur air juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila kendaraan tiba-tiba mogok saat digunakan di perjalanan.
Warga meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi serta penjualan BBM di Kecamatan Silou Kahean. Mereka juga berharap adanya tindakan tegas apabila nantinya ditemukan praktik penjualan BBM oplosan yang merugikan masyarakat.(*)



























Discussion about this post