Oleh Redaksi
PEMATANGSIANTAR — Haru dan rasa syukur mewarnai pelepasan enam warga Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah umroh secara gratis ke Tanah Suci.
Keenam jamaah diberangkatkan melalui program Umroh Gratis Dr. H. Novri Ompusunggu, SH, MH. Prosesi pelepasan berlangsung di Lapangan Parkir Pariwisata, Kota Pematangsiantar, Selasa (29/9/2026).
Usai dilepas oleh Travel Hj. Evi Varash, rombongan kemudian bertolak menuju Bandara Internasional Kualanamu untuk melanjutkan penerbangan menuju Jeddah.
Selama 13 hari berada di Tanah Suci, para jamaah mendapatkan fasilitas yang telah disiapkan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, pembimbing ibadah hingga perlengkapan umroh.
Program ini disebut bukan kali pertama dilaksanakan.
Koordinator Rumah Aspirasi Sahabat H. Novri Ompusunggu, Bonia, mengatakan program umroh gratis tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan telah memberangkatkan lebih dari 100 warga dari Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.
“Tiap tahun pasti ada yang diberangkatkan. Semuanya gratis, mulai pengurusan paspor hingga vaksin, bahkan pemberian uang saku untuk jamaah yang berangkat umroh. Semua ditanggung oleh Haji Novri Ompusunggu,” kata Bonia.
Menurut Bonia, pemberian kesempatan menunaikan ibadah umroh tersebut merupakan bentuk kepedulian H. Novri Ompusunggu kepada masyarakat sekaligus bagian dari program sosial yang diharapkan memberikan manfaat secara langsung.
Ia pun berpesan kepada para jamaah agar menjaga kesehatan, meluruskan niat dan memanfaatkan kesempatan selama berada di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah.
Bonia juga mengajak para jamaah untuk mendoakan H. Novri Ompusunggu beserta keluarga agar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, umur panjang dan kemudahan dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.
Di balik keberangkatan enam jamaah tersebut, tersimpan kisah haru Sumiati (48), warga Huta Bah Joga Utara, Nagori Bah Joga, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun.
Selama bertahun-tahun, Sumiati mengaku hanya bisa memendam keinginan untuk menunaikan ibadah umroh. Keterbatasan kemampuan ekonomi membuat impian menginjakkan kaki di Tanah Suci terasa sulit diwujudkan.
Namun, doa yang terus dipanjatkannya akhirnya berbuah kesempatan.
Sumiati mengaku tidak pernah menyangka namanya terpilih sebagai salah satu jamaah yang diberangkatkan.
“Saya tidak pernah menyangka bisa berangkat umroh. Setiap selesai salat saya selalu berdoa semoga Allah memberikan kesempatan ke Tanah Suci. Ketika nama saya terpilih, saya langsung bersujud syukur,” ungkap Sumiati.
Dengan mata berkaca-kaca, Sumiati menyebut keberangkatan tersebut sebagai hadiah yang sangat istimewa dan menjadi pengalaman yang tidak pernah dilupakannya.
Ia pun menyampaikan rasa syukur karena doa yang selama ini dipanjatkannya akhirnya mendapat jalan untuk diwujudkan.
Enam jamaah yang diberangkatkan dalam program tersebut yakni Hanifah Saragih (64), Lantina Sinaga (60), Roslina Tanjung (58), Nina Fauziah Lubis (53), Sumiati (48), dan Nurhayati (48).
Mereka berasal dari Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.
Kini, keenam jamaah tersebut membawa satu harapan yang sama: dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah umroh dengan lancar, menjaga kesehatan selama perjalanan, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan membawa keberkahan dari Tanah Suci.(*)


























Discussion about this post