Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Masjid Syukron Tunjukkan Kepedulian Sosial kepada Warga Purwodadi C
Oleh Saridun Limbong
RANTAUPRAPAT — Di tengah kehidupan masyarakat yang terus menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi, masjid tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya kepedulian, persaudaraan, dan solidaritas antarwarga.
Hal tersebut terlihat dari kepedulian Masjid Syukron di Lingkungan Purwodadi C, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu. Pada Minggu (27/9/2026), pengurus Badan Kemakmuran Masjid atau BKM Syukron bergerak membantu seorang warga, Barita Siregar (39), yang tengah mengalami sakit sekaligus berada dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Kisah ini bermula dari informasi seorang warga, Sumirah, yang menyampaikan kepada pengurus BKM Masjid Syukron bahwa Barita Siregar telah beberapa hari berada di rumah dalam kondisi kurang sehat.
Barita selama ini dikenal warga sebagai petugas jaga malam di pos siskamling Lingkungan Purwodadi C bersama rekannya, Anan. Mendapat informasi tersebut, pengurus BKM Masjid Syukron tidak tinggal diam. Mereka segera berupaya mencari jalan keluar agar Barita mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan.
Pengurus BKM kemudian menghubungi keluarga Barita, yakni Arya Siregar, anak kandung dari abang Barita. Arya pun datang ke Masjid Syukron. Pengurus masjid juga berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan Purwodadi C, Aspan Siregar, serta memanggil Anan untuk bersama-sama membicarakan kondisi Barita.
Dalam musyawarah tersebut, salah satu perhatian utama adalah bagaimana membantu biaya pengobatan sekaligus membawa Barita untuk mendapatkan pemeriksaan di RSUD Rantauprapat.
Anan kemudian menemui Barita dan membawanya ke Masjid Syukron.
Pengurus masjid menawarkan agar Barita dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Namun, Barita menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan bantuan ongkos agar dapat pergi ke rumah kakak dan abang iparnya di Ujung Batu, Rokan Hulu, Riau.
Mendengar keinginan tersebut, Ir. H. Suprapto, MM, selaku penasihat Masjid Syukron, kemudian berinisiatif menghubungi keluarga Barita yang berada di Ujung Batu melalui telepon.
Dalam komunikasi tersebut, Suprapto menjelaskan kondisi Barita yang sedang sakit dan membutuhkan penanganan medis. Pihak keluarga akhirnya menyatakan kesediaan menerima Barita untuk tinggal di rumah mereka di Ujung Batu Rokan Hulu.
Komunikasi antara pengurus masjid dan keluarga Barita pun berjalan baik. Setelah mendapatkan kepastian dari pihak keluarga, Masjid Syukron melalui Ketua BKM, Ustadz Samsuddin Hasibuan, S.Ag., menyerahkan bantuan uang sebesar Rp500.000 kepada Barita untuk membantu biaya perjalanan menuju rumah keluarganya.
Nilai bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seseorang yang sedang menghadapi sakit dan keterbatasan ekonomi, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan dukungan moral dari lingkungan sekitarnya.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Samsuddin Hasibuan juga memberikan pesan kepada Barita agar kondisi sakit yang sedang dialaminya menjadi momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama dengan senantiasa menjaga dan meningkatkan pelaksanaan ibadah salat.
Barita menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus BKM Masjid Syukron yang telah memberikan perhatian dan membantu meringankan beban yang sedang dihadapinya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang selama ini mungkin merasa kurang berkenan atas dirinya serta menyatakan keinginan untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik ke depannya.
Peristiwa sederhana di Purwodadi C ini sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari lingkungan terdekat. Bantuan sebesar Rp500.000 bukan semata-mata soal jumlah uang yang diberikan. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian, persaudaraan, dan solidaritas warga terhadap sesama yang sedang berada dalam kesulitan.
Masjid Syukron menunjukkan bahwa keberadaan masjid di tengah masyarakat juga dapat mengambil peran dalam membangun kepedulian sosial, dengan memperhatikan kondisi jamaah dan warga yang membutuhkan dukungan.
Di tengah persoalan kehidupan yang tidak selalu mudah, kepedulian kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat menjadi penguat bagi mereka yang sedang berada dalam keadaan sulit.
Sebab terkadang, yang paling dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan materi, tetapi juga kepedulian, perhatian, dan keyakinan bahwa dirinya tidak sedang menghadapi kesulitan seorang diri.(*)



























Discussion about this post