Ratusan kendaraan angkutan barang terpaksa mengular di sejumlah SPBU di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Kabupaten Serdang Bedagai hingga Kota Tebing Tinggi, Kamis (25/6/2026) pagi. Antrean panjang truk pengisi BBM jenis solar bahkan meluber hingga ke badan jalan dan memicu perlambatan arus lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Oleh Budiman Manik
SERDANG BEDAGAI – Pemandangan antrean panjang kendaraan truk pengangkut barang mewarnai sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Kabupaten Serdang Bedagai hingga Kota Tebing Tinggi, Kamis (25/6/2026) pagi.
Berdasarkan pantauan awak media sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan hingga ratusan kendaraan berbahan bakar solar terlihat berbaris menunggu giliran untuk mengisi BBM. Antrean tersebut terjadi di beberapa SPBU yang berada di jalur utama transportasi Pulau Sumatera.
Salah satu titik antrean terlihat di SPBU 14206157 yang berada di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Puluhan truk tampak terparkir berjejer dan bergerak perlahan menuju area pengisian solar.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU 14206190 yang berlokasi di Desa Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Antrean kendaraan di lokasi ini bahkan memanjang hingga mendekati badan jalan, sehingga menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.
Sementara itu, antrean juga terpantau di SPBU 142061136 yang berada di kawasan Brohol, Kota Tebing Tinggi. Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan truk angkutan barang yang melintas di jalur penghubung antar daerah di Sumatera.
Meski antrean kendaraan mencapai luar area SPBU dan berdampak pada kelancaran arus kendaraan, situasi lalu lintas masih terpantau terkendali. Kendaraan dari kedua arah masih dapat melintas dengan tertib dan tidak terjadi kemacetan total.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait mengenai penyebab meningkatnya antrean kendaraan pengisi BBM jenis solar tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait kondisi tersebut.
Fenomena antrean panjang ini pun memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, mulai dari kemungkinan meningkatnya kebutuhan distribusi logistik hingga faktor pasokan dan distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut.(*)



























Discussion about this post