Setiap pertemuan pasti memiliki akhir, namun tidak semua perpisahan meninggalkan jejak yang mendalam. Suasana haru menyelimuti keluarga besar PTPN IV Regional I Kebun Bandar Betsy saat sosok yang dikenal ramah, rendah hati, dan peduli terhadap masyarakat, Bestari Tarigan, resmi mengakhiri masa pengabdiannya dan memasuki purna bakti pada Jumat, 26 Juni 2026.
Catatan WH Butarbutar
SIMALUNGUN – Selama lebih dari lima tahun menjabat sebagai Asisten Personalia Kebun (APK) di PTPN IV Regional I Kebun Bandar Betsy, Bestari Tarigan dikenal bukan hanya sebagai seorang pimpinan, tetapi juga sebagai sosok yang dekat dengan karyawan serta masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.
Hubungan yang harmonis dengan para pekerja dan kepeduliannya terhadap warga desa sekitar menjadikan dirinya figur yang dihormati dan dikenang banyak pihak.
Dedikasi sosial Bestari Tarigan juga tercermin dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Salah satunya saat pembangunan kembali rumah milik seorang janda tunanetra, Porman Nababan, yang sebelumnya tinggal di rumah darurat yang tidak layak huni.
Ketika wartawan beritamonalisa.com, WH Butarbutar, bersama sejumlah pihak menggalang bantuan dan membangun kembali rumah tersebut dengan dana sekitar Rp35 juta, PTPN IV Regional I Kebun Bandar Betsy turut hadir sebagai donatur melalui dukungan yang disalurkan langsung oleh Bestari Tarigan selaku APK Kebun Bandar Betsy.
Tidak hanya itu, kepeduliannya juga dirasakan dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk dukungannya terhadap pembangunan Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) di Naga Jaya II yang hingga kini masih dikenang oleh majelis dan jemaat setempat.
Kini, setelah menyelesaikan masa pengabdiannya, Bestari Tarigan kembali ke kampung halamannya di Tanah Karo untuk menikmati masa pensiun bersama keluarga tercinta.
Bagi WH Butarbutar, sosok Bestari Tarigan bukan sekadar pejabat perusahaan, melainkan pribadi yang bersahaja, memiliki pergaulan luas, serta selalu membuka ruang untuk membantu sesama tanpa memandang latar belakang.
“Yang kami sesali bukanlah perpisahan ini, melainkan waktu yang terus berjalan hingga membuat kita harus berpisah. Namun kebaikan dan ketulusan Bapak Bestari Tarigan akan selalu kami kenang,” ungkapnya.
Doa dan harapan pun mengiringi langkah baru Bestari Tarigan setelah purna tugas. Semoga setiap usaha dan pengabdian yang telah ditanam selama ini berbuah manis, serta kehidupan bersama keluarga senantiasa diberkahi dan dilimpahi kesehatan serta kebahagiaan.
Selamat memasuki masa purna bakti, Bapak Bestari Tarigan. Pengabdian boleh berakhir, namun jejak kebaikan akan terus hidup dalam ingatan banyak orang.(*)



























Discussion about this post