
Oleh Leo Siagian
TAPANULI UTARA – Komitmen menghadirkan generasi sehat dan unggul terus diwujudkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muara Mandiri di Desa Silalitoruan, Kecamatan Muara, Rabu (4/3/2026).
Peresmian diawali dengan ibadah singkat dan dihadiri unsur Forkopimda, Forkopimca, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya operasional dapur gizi yang diharapkan menjadi simpul penting dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa Program MBG tidak sekadar menghadirkan makanan bagi anak-anak, tetapi berfokus pada pemenuhan kandungan gizi yang terukur dan berkualitas sebagai fondasi menuju Generasi Emas 2045.
“Indikator utama program ini adalah pemenuhan kebutuhan gizi, bukan semata-mata porsi makanan. Tujuannya agar anak-anak kita tidak mengalami kekurangan gizi, sebagai bagian dari persiapan menuju Generasi Emas 2045,” tegas Bupati.
Menurutnya, manfaat program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak, tetapi juga menciptakan efek domino terhadap perekonomian daerah. Kehadiran SPPG dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal melalui penyediaan bahan baku pangan yang melibatkan petani dan pelaku usaha setempat.
Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan membangun sentra pertanian modern di Siborongborong. Sentra ini diproyeksikan menjadi pemasok utama kebutuhan bahan baku MBG sekaligus memperkuat sinergi antara SPPG dengan Perseroda Pertanian, Dinas Pertanian, serta Dinas Ketahanan Pangan. Tujuannya jelas: mendorong kemandirian pangan berbasis potensi masyarakat lokal.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tapanuli Utara, Syah Menan Lubis, mengungkapkan bahwa saat ini telah berdiri 37 dapur SPPG di Tapanuli Utara. Dengan jumlah tersebut, estimasi perputaran ekonomi untuk kebutuhan bahan baku mencapai sekitar Rp1 miliar per hari.
Angka ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat aktif, khususnya dengan menanam komoditas yang mendukung menu SPPG. Pemerintah mendorong warga memanfaatkan momentum ini sebagai kesempatan meningkatkan pendapatan sekaligus berkontribusi pada ketahanan gizi daerah.
Di Kecamatan Muara sendiri, jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang. Untuk mengoptimalkan layanan, dibutuhkan dua dapur SPPG. Pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan SPPG di wilayah 3T (daerah tertinggal, terdepan, dan terluar), khususnya di Sibandang, agar pemerataan layanan gizi dapat segera terwujud.
Dukungan masyarakat pun mengalir. Tokoh masyarakat Muara, Op. Modesty Siregar, menyampaikan rasa senang dan bangganya atas kehadiran SPPG di wilayah tersebut.
“Kami sangat senang dan bangga atas hadirnya SPPG di Kecamatan Muara. Kami menilai bahwa program ini sangat menunjang kehidupan masyarakat, dan kami siap mendukung setiap kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara,” ujarnya.
Pembangunan SPPG Muara Mandiri merupakan hasil kolaborasi Yayasan Jaringan Tapanuli Peduli Bona Pasogit dengan Badan Gizi Nasional. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam memperkuat fondasi kesehatan generasi muda.
Dengan hadirnya dapur SPPG Muara Mandiri, harapan akan lahirnya generasi Tapanuli Utara yang sehat, cerdas, dan berdaya saing semakin nyata—dimulai dari sepiring makanan bergizi yang disiapkan dengan komitmen dan kepedulian.(*)



























Discussion about this post