
Oleh Redaksi
SIANTAR – Suasana Ramadan di Kota Pematangsiantar Sumatera Utara, terasa semakin hangat dan penuh makna. Untuk keempat kalinya, Majelis Dakwah Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar melanjutkan rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah.
Sabtu, 28 Februari 2026, kegiatan dipusatkan di Masjid Asy Syafa’at, Jalan SM Raja, Kecamatan Sitalasari. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda menyambangi 10 masjid yang telah dijadwalkan selama bulan suci.
Safari Ramadan tahun ini diawali dari Kecamatan Siantar Timur dan kini berlanjut di Kecamatan Sitalasari. Kegiatan rutin tahunan ini terselenggara melalui kerja sama Majelis Dakwah PD – Al Washliyah Pematangsiantar. Selanjutnya, tim Safari Ramadan akan berkeliling ke delapan kecamatan se-Kota Pematangsiantar, dirangkai dengan buka puasa bersama sebagai wujud mempererat ukhuwah Islamiyah.
Ketua PD – Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar, Muhammad Ishak Hutasuhut, yang dalam kesempatan ini diwakili Sekretaris PD – Al Jam’iyatul Washliyah, Buya Muhammad Yasin, menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial.
Menurutnya, Safari Ramadan merupakan cara merawat dan menjaga laju akselerasi dakwah agar tetap hidup. Majelis Dakwah PD – Al Jam’iyatul Washliyah disebut sebagai lini terdepan dalam mengajak umat kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Ia menekankan, dakwah tidak boleh berhenti dalam situasi dan kondisi apa pun. Harus selalu ada golongan yang keluar menjadi da’i, mencerdaskan dan membimbing umat di jalan Allah.
Ramadan, dengan Safari Dakwahnya, menjadi momentum terbaik menjalankan misi kenabian, tanpa meninggalkan peran dakwah di bulan-bulan lainnya.
Sementara itu, Ketua BKM Masjid Asy Syafa’at, Zulkifli, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, Ramadan sebagai syahrud dakwah sangat relevan untuk menghadirkan Safari yang menyemangati umat beribadah, khususnya di masjid-masjid.
Ia berharap Al Washliyah tetap konsisten dalam perjuangan dakwah. Zulkifli juga mengingatkan sejarah besar para pendiri, mujahid, dan ulama Washliyah yang penuh ghirah mengirimkan da’i dan da’iyah ke pelosok pada bulan suci. Ia turut menyampaikan terima kasih atas infaq yang diberikan dalam kegiatan tersebut.(*)


























Discussion about this post