BATU BARA – Komitmen tegas untuk memerangi peredaran narkoba di Kabupaten Batu Bara kembali ditegaskan. Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Batu Bara, AKP Arifin Purba, menyatakan siap bersinergi dengan insan pers dan masyarakat dalam upaya pemberantasan narkotika yang dinilai semakin kompleks dan mengkhawatirkan.
Pernyataan itu disampaikan AKP Arifin Purba saat menggelar temu ramah bersama puluhan wartawan di Aula Sarja Arya Racana Polres Batu Bara, Rabu (11/2/2026). Dalam suasana dialog terbuka, Arifin menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan aparat penegak hukum semata.
“Di manapun saya bertugas, saya selalu menjalin kemitraan dan bersinergi dengan wartawan. Tanpa dukungan dan sinergi, tentu akan lebih sulit memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Batu Bara,” tegasnya.
Mantan Kasat Reskrim Polres Tapanuli Utara itu menilai peran media sangat strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan antara masyarakat dan kepolisian. Ia bahkan secara terbuka meminta wartawan untuk turut menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Batu Bara.
“Kalau ada yang hendak dipertanyakan, wartawan dipersilakan menghubungi saya, KBO maupun Kanit. Bila saat dihubungi saya belum merespons karena kesibukan, tolong dijapri terlebih dahulu,” ujarnya.
Arifin juga mendorong media untuk mengedukasi masyarakat agar tidak takut melapor dan berani terlibat aktif dalam upaya pemberantasan narkoba. Menurutnya, partisipasi publik menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.
Ia mengakui, banyak tindak kejahatan yang terjadi berawal dari penyalahgunaan narkoba. Pengalamannya saat bertugas di Polres Tapanuli Utara menjadi bukti nyata keterkaitan tersebut.
“Banyak terduga pelaku kasus kriminal yang setelah dilakukan tes urin, hasilnya positif narkoba. Akhirnya kita limpahkan ke Sat Resnarkoba untuk proses rehabilitasi atau pengembangan guna mengungkap jaringan narkoba,” ungkapnya.
Pengalaman itu, lanjut Arifin, memperlihatkan bahwa narkoba bukan hanya persoalan penyalahgunaan, tetapi juga menjadi pemicu meningkatnya angka kriminalitas. Karena itu, pendekatan pemberantasan akan dilakukan secara komprehensif, baik melalui penindakan tegas terhadap pelaku maupun melalui langkah preventif seperti sosialisasi dan edukasi.
Ia menyebutkan, pihaknya telah menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait dugaan lokasi dan pola peredaran narkoba di Batu Bara. Informasi tersebut akan menjadi dasar dalam meningkatkan intensitas operasi dan penindakan.
“Sudah banyak masukan yang kami terima. Untuk itu, akan kita tingkatkan upaya pemberantasan peredaran dan penggunaan narkoba, baik melalui penindakan maupun melalui sosialisasi,” katanya.
Meski berkomitmen keras, Arifin menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasi. Menurutnya, profesionalitas dan prosedur yang terukur akan selalu dikedepankan agar penindakan berjalan efektif dan aman.
Langkah membangun kolaborasi dengan media ini diharapkan menjadi babak baru dalam strategi pemberantasan narkoba di Batu Bara. Di tengah ancaman laten peredaran narkotika yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, sinergi antara aparat, pers, dan warga dinilai menjadi benteng terkuat untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.(S Y)



























Discussion about this post