Oleh Leo Siagian
Tarutung — Tiga dekade telah berlalu, namun ikatan persahabatan tak pernah pudar. Alumni SMA Rura Silindung angkatan 1995 kembali dipertemukan dalam suasana penuh haru dan sukacita melalui Perayaan Natal sekaligus Reuni Akbar 30 Tahun, yang digelar di Sopo Partungkoan, Tarutung, Senin (29/12/2025).

Ratusan alumni bersama keluarga masing-masing hadir, memenuhi gedung dengan pelukan rindu, tawa, dan kenangan masa putih abu-abu yang kini menjadi cerita hidup. Reuni ini bukan sekadar temu kangen, melainkan perayaan iman, solidaritas, dan perjalanan panjang kehidupan para alumni.
Acara diawali dengan ibadah liturgi Natal, ditandai dengan penyalaan lilin dan khotbah yang disampaikan Pendeta James Tampubolon. Dalam suasana khidmat, seluruh alumni dan panitia Natal bersatu menyanyikan lagu-lagu rohani dalam paduan suara, menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam dan penuh kebersamaan.
Ketua Panitia Natal, Binsar Sianturi, memimpin jalannya kegiatan dengan penuh kekompakan. Alumni SMA Rura Silindung angkatan 1995 dipimpin oleh Dr. Fredy Aritonang, yang saat ini bertugas sebagai dokter di Provinsi Jambi. Angkatan ’95 dikenal sebagai angkatan yang telah melahirkan banyak sosok sukses di berbagai bidang.
Mereka kini mengabdi sebagai pengusaha, pejabat pemerintahan seperti kepala dinas, camat, lurah, hingga aparat kepolisian dan TNI, bahkan sejumlah di antaranya telah menyandang pangkat kolonel dan perwira menengah, tersebar dan berdomisili di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Dr. Fredy Aritonang mengungkapkan rasa bangga dan syukur mendalam sebagai bagian dari alumni 1995.
Ia menegaskan bahwa kesempatan untuk kembali berkumpul setelah 30 tahun adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan tulus, sehingga reuni ini dapat terlaksana dengan baik, dilandasi rasa kebersamaan dan kerinduan untuk kembali bertemu dalam suasana kekeluargaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Binsar Sianturi dalam sambutannya turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh rekan alumni yang telah berpartisipasi, baik secara moril maupun materil, sehingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan penuh makna.
Tak hanya bernuansa nostalgia, kegiatan ini juga sarat nilai kepedulian sosial. Dalam kesempatan tersebut, alumni angkatan ’95 menyerahkan tali asih dan bantuan kepada keluarga alumni yang kurang mampu, yang sedang mengalami sakit, serta kepada keluarga yang terdampak bencana longsor dan banjir yang baru-baru ini melanda Kabupaten Tapanuli Utara.
Acara semakin semarak dengan penampilan anak-anak yang membawakan berbagai tarian dan tortor, menambah kehangatan dan warna budaya Batak dalam reuni akbar tersebut.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan hiburan bernyanyi, di mana seluruh alumni angkatan 1995 larut dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mengenang masa-masa sekolah di SMA Rura Silindung, Tarutung.
Reuni Akbar ini menjadi bukti bahwa waktu boleh memisahkan, jarak boleh membentang, namun persahabatan, iman, dan kenangan masa sekolah akan selalu menyatukan — bahkan setelah 30 tahun berlalu.(*)
Discussion about this post