
Oleh Kemas Niko
Simalungun — Suasana haru, harapan, dan semangat perubahan membuncah di halaman Islamic Centre Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Senin (1/12/2025). Sekitar 1.800 jamaah tumpah ruah memadati lokasi untuk memperingati Milad ke-95 Al Jami’atul Washliyah, sebuah organisasi Islam besar yang telah melewati perjalanan hampir satu abad.
Perayaan ini bukan sekadar seremoni. Panggung milad berubah menjadi mimbar peringatan keras tentang bahaya yang tengah menggerogoti moral generasi bangsa: judi online (judol), narkoba, dan kerusakan akhlak pemuda.
Bupati Simalungun: “Ini Perang Moral! Kita Tidak Boleh Diam!”
Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, yang tampil memberikan sambutan penuh penegasan sekaligus seruan kebangkitan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Simalungun, saya mengucapkan selamat milad Al Jamiatul Washliyah ke-95,” ujar Bupati membuka sambutannya.
Dalam pidatonya, Bupati mengajak seluruh kader dan washliyin untuk tidak hanya melestarikan semangat pendiri Al Washliyah, tetapi berdiri terdepan membela umat di tengah arus kerusakan moral.
“Ini panggilan jihad sosial. Kita wajib mencegah kerusakan akhlak anak bangsa, memerangi judi online, serta membasmi narkoba dari kota sampai desa. Jangan biarkan generasi kita hancur!” tegas Bupati yang disambut gemuruh takbir para hadirin.
Refleksi Sejarah 95 Tahun: Jejak Para Pendiri yang Visioner
Bupati juga menegaskan kembali bahwa Al Jami’atul Washliyah berdiri pada 1930 di Medan, melalui pemikiran visioner para pelajar muslim. Organisasi ini dibangun oleh tokoh-tokoh besar seperti Allahu Yarham Haji Abdurrahman Shihab, Haji Ismail Bandar, dan Haji Muhammad Arsyad Tholib Lubis, yang memperjuangkan pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi umat.
Menuju Satu Abad: Seruan Penguatan Ekonomi Umat
Menjelang satu abad organisasi, Bupati mengajak masyarakat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui:
- Gerakan menabung di BPRS Al Washliyah,
- Penguatan zakat, infaq, dan shadaqah,
- Aktivasi koperasi umat.
Beliau menegaskan, “Generasi muda harus dipersiapkan sejak dini, karena mereka adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan organisasi dan bangsa.”
Rangkaian Milad: Peletakan Batu Pertama dan Doa untuk Negeri
Sebelum sambutan Bupati, Ketua Panitia Syafrudin Purba menyampaikan terima kasih mendalam atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Simalungun. Ia melaporkan bahwa rangkaian peringatan milad telah dimulai sejak 27 November 2025, ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Islamic Center Al Washliyah Diraya Kahyan.
Tanggal 29 November, ribuan jamaah berkumpul dalam doa bersama untuk bangsa dan negara. Puncak acara diselenggarakan hari ini dengan upacara milad, di mana Bupati bertindak sebagai pembina upacara.
Tokoh-tokoh Penting Hadir, Simbol Kekompakan Umat
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh daerah dan provinsi, antara lain:
- Anggota DPRD Sumut Gusniadi,
- Anggota DPRD Simalungun Maryono,
- Direktur PTC Monkey Nusantara III David Lumbantobing,
- Ketua PD Al Washliyah Tebing Tinggi sekaligus penceramah Ustaz Drs. H. Gozali Saragi,
- Ketua MUI Simalungun Ki Drdjat Purba,
- Ketua FKUB Simalungun Nurdin Panjaitan,
- Camat Bandar, serta perwakilan ormas Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
Kehadiran berbagai elemen umat ini menjadi simbol kuat bahwa persatuan, moralitas, dan kepedulian terhadap generasi muda menjadi agenda bersama yang tak boleh ditawar.(*)


























Discussion about this post