Oleh Redaksi
PEMATANG SIANTAR — Udara pagi yang cerah menjadi saksi ketika ribuan warga Al Jam’iyatul Washliyah memadati halaman Perguruan Al-Washliyah di Jalan Rajamin Purba, Ahad (30/11/2025). Di bawah tenda besar yang membentang luas, suasana khidmat terasa begitu kuat saat lantunan tahlil dan doa berkumandang, mengiringi rasa rindu untuk mengenang para ulama dan pendiri organisasi Islam besar yang kini memasuki usia ke-95 tahun itu.
Tradisi haul bukan sekadar seremoni. Bagi keluarga besar Al-Washliyah, doa-doa yang dipanjatkan adalah denyut ruhani yang telah menjadi napas organisasi selama hampir satu abad. Peringatan haul tahun ini digelar selama sepekan penuh oleh Pengurus Daerah, (PD) Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Pematang Siantar dalam rangka Hari Lahir Al-Washliyah yang jatuh setiap 30 November.
Mengenang Jejak Para Mursyid dan Pendiri
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang Al-Washliyah bukan hanya dihitung dari angka usia, melainkan dari keteladanan, ilmu, dan perjuangan para mursyid serta ulama pendiri yang telah mengorbankan seluruh tenaga mereka untuk menjaga organisasi.
“Para pendiri telah berjibaku menjaga organisasi ini. Tugas kita hari ini adalah meneruskan apa yang mereka mulai,” ujar panitia dalam sambutannya, menegaskan bahwa zikir dan doa merupakan bagian dari rangkaian penting peringatan Hari Lahir ke-95 Al-Washliyah.
Selain mengenang para pendiri, ribuan jamaah yang hadir juga memanjatkan doa bagi para korban banjir dan tanah longsor di berbagai daerah, khususnya di Sumatera Utara. Doa dipanjatkan agar para korban diberi kekuatan dan wilayah-wilayah terdampak dapat pulih kembali.
Prosesi Haul Dimulai dengan Pembacaan Al-Qur’an hingga Hymne Al-Washliyah
Prosesi Haul Ke-95 dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan doa bersama. Upacara nasional kemudian digelar dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Al-Washliyah, serta Himne Al-Washliyah yang menggema penuh semangat di tengah jamaah.
Ketua Panitia Pelaksana, Heri Kistanto, didampingi Sekretaris Muliadi Sabil dan Bendahara Hendrianto, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan selama sepekan.
“Kegiatan tahun ini kami susun dengan padat dan menarik agar seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat. Terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung penuh Haul Ke-95 Al-Washliyah Kota Pematang Siantar,” ujarnya dengan senyum bangga.
Puncak kegiatan ditandai dengan digelarnya Tabligh Akbar menghadirkan penceramah kondang, Al-Ustadz Arif Habibi BatuBara.
Wakil Wali Kota Apresiasi Haul Ke-95 Al-Washliyah
Wakil Wali Kota Pematang Siantar, Herlina, turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan Tabligh Akbar serta zikir bersama. Ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Al-Jam’iyatul Washliyah yang telah berusia 95 tahun.
“Atas nama Pemerintah Kota Pematang Siantar, saya mengucapkan Selamat dan Sukses Haul Ke-95 Al-Jam’iyatul Washliyah. Semoga semakin maju dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
PD Al-Washliyah Siantar Tegaskan Dukungan untuk Pemerintah
Ketua PD Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Pematang Siantar, Ayahanda Muhammad Ishak Hutasuhut, menegaskan bahwa kegiatan haul dan tabligh akbar ini merupakan kontribusi nyata organisasi dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Pematang Siantar.
“Saya berharap melalui Tabligh Akbar ini menjadi indikator peningkatan iman dan takwa umat beragama, di samping program keumatan lainnya. Mari kita bersatu dalam ormas Islam agar dapat menjalankan program besar dan bergengsi bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antarormas Islam sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang religius dan berkarakter di Kota Pematang Siantar.
Ustadz Arif Habibi BatuBara: Teladani Akhlak Rasul dan Hidupkan Rumah dengan Al-Qur’an
Dalam tausiyahnya yang penuh nasihat, Al-Ustadz Arif Habibi BatuBara mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, bersikap loyal kepada pemimpin, memberi nama yang baik kepada anak, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan.
“Siramilah hidup kita dengan Al-Qur’an. Itulah pedoman yang akan mengantar kita menuju surga yang kita harapkan bersama,” ujarnya disambut anggukan jamaah.
Dengan Gebyar Haul Ke-95, Al-Washliyah Tegaskan Jati Diri: Menjaga Warisan, Menguatkan Umat, dan Melangkah ke Abad Baru
Peringatan Haul Al-Jam’iyatul Washliyah ke-95 bukan sekadar momen mengenang masa lalu, melainkan penegasan komitmen untuk terus melangkah, menjaga warisan ulama, dan memperkuat umat menuju satu abad perjalanan organisasi Islam terbesar di Sumatera itu.(*)


























Discussion about this post