
Oleh Redaksi
Pematang Raya, Simalungun — Halaman Simalungun City Hotel berubah menjadi lautan haru dan kebanggaan, Rabu (26/11/2025), ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun secara resmi menerima simbol-simbol Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim Saragih Garingging dari ahli waris. Momen bersejarah ini menggetarkan publik dan menjadi puncak dari perjuangan panjang masyarakat Simalungun untuk mengangkat kembali martabat leluhur mereka ke panggung nasional.
Acara syukuran dan pesta rakyat tersebut merupakan rangkaian dua hari peringatan, yang diawali ziarah dan prosesi adat di makam sang pahlawan — sebuah penghormatan mendalam setelah Presiden Prabowo Subianto menetapkan Tuan Rondahaim sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2025 lalu.
Di hadapan tokoh adat, pejabat, masyarakat, dan keluarga besar Saragih, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Ahmad Saragih menyampaikan pidato penuh energi dan emosional. Ia menyebut penganugerahan gelar pahlawan ini sebagai “ignition point” — titik nyala baru yang diharapkan mampu menggerakkan masyarakat Simalungun lebih cepat, lebih kuat, dan lebih tulus dalam membangun daerah.
“Hari ini kita menyaksikan buah dari perjuangan, doa, dan harapan panjang,” tutur Bupati, dengan suara bergetar menahan haru.
“Pengakuan ini tidak hanya mengharumkan nama Simalungun, tetapi juga mengangkat martabat seluruh anak Simalungun di panggung nasional.”
Bupati juga mengingatkan bahwa Tuan Rondahaim adalah raja ke-14 Kerajaan Raya Simalungun, seorang pemimpin visioner yang tercatat dalam sejarah sebagai sosok berwibawa, strategis, dan pantang menyerah melawan penjajahan Belanda.
Ia mengajak seluruh masyarakat meneladani nilai perjuangan sang pahlawan: keberanian moral, persatuan, pengabdian tanpa pamrih, kepemimpinan visioner, dan kecintaan pada budaya Simalungun.
Momen Krusial: Penyerahan Simbol Pahlawan Nasional
Prosesi bersejarah itu mencapai puncaknya saat ahli waris bersama Ketua Umum Ihutan Bolon HSGP, Dr. JR Saragih, menandatangani berita acara penyerahan simbol-simbol Pahlawan Nasional kepada Bupati Anton Achmad Saragih.
Dalam sambutannya, JR Saragih menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan berbagai pihak, termasuk Universitas Sumatera Utara Fakultas Budaya dan Seni yang merancang dan menyelenggarakan rangkaian acara tersebut.
Ia mengungkap fakta dramatis di balik perjuangan panjang tersebut.“Proses ini empat kali maju mundur. Butuh kesabaran dan keteguhan. Dan hari ini, akhirnya ditandatangani oleh Presiden,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah tamu undangan.
JR Saragih juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Prof. Bungaran Saragih yang selama ini menjadi penasehat aktif dalam proses pengusulan gelar pahlawan.
Ziarah & Doa: Simalungun Menundukkan Kepala
Usai penyerahan simbol, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim. Sejumlah tokoh penting hadir, di antaranya:
- Prof. Bungaran Saragih
- Ketua Ihutan Bolon Hasadaon Saragih Garangging Baru Pakon Panogolan
- Walikota Pematangsiantar beserta istri
- Walikota Tebing Tinggi beserta istri
- Ketua DPRD Simalungun Sugiarto
- Forkopimda
- Sekda Mixnon Andreas Simamora
- Ketua TP PKK
- Ketua Dharma Wanita
- Organisasi masyarakat dan ratusan warga
Suasana ziarah dipenuhi rasa hormat, kebanggaan, dan tekad untuk menjaga warisan semangat perjuangan sang pahlawan.
Simalungun Mematri Sejarah Baru
Acara monumental ini bukan hanya seremoni, tetapi penanda bahwa Simalungun menegakkan kembali kejayaan sejarahnya di mata Indonesia. Penetapan Tuan Rondahaim Saragih Garingging sebagai Pahlawan Nasional menghidupkan kembali jati diri, martabat, serta semangat kolektif masyarakat Simalungun untuk melangkah maju secara ekonomi, sosial, dan budaya.
Peristiwa ini diyakini menjadi pemersatu seluruh keturunan Saragih dan masyarakat Simalungun, sekaligus membuka lembaran baru perjuangan membangun daerah yang lebih bermartabat.(*)


























Discussion about this post