Oleh Redaksi
Pematangsiantar — Inilah momen bersejarah yang menggema di jantung Kota Pematangsiantar. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-95 Al Jam’iyatul Washliyah berlangsung meriah, penuh makna, dan menyatukan umat Islam dalam satu semangat kebersamaan. Selama sepekan penuh, sejak 23 hingga 30 November 2025, Lapangan Sekolah Al-Jam’iyatul Washliyah di Jalan Rajamin Purba menjelma menjadi pusat kegiatan religi, sosial, seni, hingga kemasyarakatan.
Pembukaan resmi diawali dengan upacara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya, dipimpin langsung Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar, Ayahnda Muhammad Ishak Hutasuhut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Haul Al Washliyah ke-95 bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum memperkuat peran organisasi dalam pembangunan umat.
“Kegiatan ini kami rangkaikan dengan berbagai program strategis, termasuk sosialisasi Peraturan Daerah Sistem Kesehatan Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.
Hutasuhut juga menegaskan bahwa kehadiran tokoh muda Sumatera Utara, Gusmiyadi, bukan hanya sebagai narasumber, tetapi sebagai kader dan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Al Washliyah. “Kita patut bersyukur, ada kader Al Washliyah yang menjadi wakil kita di Provinsi Sumatera Utara untuk menyerap aspirasi masyarakat Kota Pematangsiantar, khususnya warga Al Washliyah,” tambahnya.
Dalam rangkaian acara tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Gerindra, Gusmiyadi, menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Ranperda Sistem Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, sekaligus bersilaturahmi bersama masyarakat Kota Pematangsiantar, Rabu (26/11/2025).
“Kehadiran saya di sini untuk mensosialisasikan ranperda sistem kesehatan dan menjalin silaturahmi sekaligus menampung aspirasi masyarakat,” ungkap Gusmiyadi. Ia menjelaskan bahwa layanan kesehatan di Sumatera Utara saat ini semakin mudah diakses. “Banyak daerah sudah dapat pelayanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP. Kita berharap, di bawah kepemimpinan Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, layanan kesehatan di 33 kabupaten/kota dapat disamaratakan hanya dengan menunjukkan KTP,” jelasnya.
Gusmiyadi menekankan perlunya regulasi yang menjadi payung hukum agar kebijakan kesehatan benar-benar melindungi rakyat. “Semangat ini sejalan dengan visi Bapak Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” tegasnya, disambut antusias masyarakat.
Usai sosialisasi ranperda, rangkaian Haul Al Jam’iyatul Washliyah ke-95 berlanjut dengan pertandingan Marhaban yang diikuti delapan kelompok dari berbagai kelurahan. Sorak semangat, lantunan shalawat, serta kekompakan para peserta menambah khidmat sekaligus memperkuat nilai budaya religius masyarakat Kota Pematangsiantar. Tradisi ini bukan hanya kompetisi seni islami, tetapi juga wujud pelestarian syiar Islam antargenerasi.
Perayaan HUT ke-95 Al Washliyah di Kota Pematangsiantar pun dipandang tidak hanya sebagai pesta keagamaan, tetapi sebagai gerakan besar yang mempersatukan umat, memperkuat peran sosial, serta mendorong kemajuan kebijakan kesehatan untuk kepentingan masyarakat luas.(*)






















Discussion about this post