
Oleh Redaksi
Bandar Huluan, Simalungun — Setelah 21 tahun hidup di gubuk reot berdinding goni plastik dan berlantaikan tanah yang berubah menjadi lumpur setiap kali hujan, Porman Nababan, umur 44 Tahun, seorang janda penyandang tunanetra, tunarungu, dan tunawicara, akhirnya bisa menghirup lega. Ia dan keluarganya kini menempati rumah baru yang layak huni, hasil gotong-royong donasi masyarakat setelah kisahnya viral di media sosial.
Porman tinggal bersama putrinya, Miranti (21)—yang juga seorang janda—serta cucunya, Brian (2). Bertahun-tahun mereka tinggal di sebuah gubuk darurat beratap seng bocor, tanpa fasilitas layak, tanpa tempat tidur memadai, dan lantai tanah yang menjadi lumpur setiap kali diguyur hujan.
Tersentuh Kondisi Memprihatinkan
Kisah pilu itu pertama kali disaksikan oleh seorang pemerhati sekaligus Pendeta GPI Naga Jaya, Pdt. WH Butarbutar, yang turun langsung ke lokasi pada saat hujan deras melanda. Melihat kondisi Porman yang sangat memprihatinkan, Pdt. WH Butarbutar segera melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Desa Dolok Parmonangan, Sugimin, yang kemudian berkoordinasi dengan Camat Bandar Huluan, Akbar Putra Siregar, M.Si.
Pada Oktober lalu, Camat bersama Ibu Melda Simarmata, Ibu Pohan, Kepala Desa Sugimin, dan Gamot Kaesah Robert Galingging meninjau langsung kediaman Porman. Namun karena dana pemerintah belum tersedia, Camat Akbar mengambil langkah cepat: menggalang bantuan melalui donasi publik, bekerja sama dengan berbagai pihak.
Viral di Media Sosial, Bantuan Mengalir Deras
Video dan dokumentasi kondisi rumah Porman kemudian diunggah oleh Pdt. WH Butarbutar dan mendapat dukungan dari Camat Akbar Putra Siregar, Ibu Melda, dan Ibu Pohan. Unggahan itu viral, menggugah hati ribuan masyarakat.
Hasilnya, bahan bangunan, sembako, dan uang tunai mengalir dari berbagai donatur. Pembangunan rumah ditangani langsung Gamot Dusun Kaesah, Robert Galingging, dan hanya dalam waktu satu bulan, rumah baru Porman Nababan berdiri tegak.
Bantuan terakhir datang pada Jumat, 21 November 2025, dari Grup Kasih Pematang Siantar melalui dr. Evi yang menyerahkan uang tunai, sembako, sepatu, dan kain gorden. “Semoga Ibu Porman selalu mendapat kasih Tuhan Yang Maha Esa,” ujar perwakilan grup tersebut.
Peresmian Rumah Baru: Air Mata Haru dan Ulos Adat
Karena Porman merupakan jemaat GPI, peresmian rumah baru dilaksanakan melalui ibadah syukuran pada Minggu, 23 November 2025, dipimpin oleh Pdt. WH Butarbutar dengan renungan Alkitab Mazmur 127:1:
“Jika bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.”
Pujian dipimpin oleh Evangelis Ibu S. Boru Butarbutar, diikuti pemberian adat Batak Toba oleh keluarga hula-hula: Wilson Nababan dan H. Nababan beserta istri. Mereka menyerahkan beras sipirni tondi, ikan mas, dan ulos, yang diterima Porman dan putrinya Miranti—sebuah simbol restu dan penguatan bagi keluarga yang telah lama hidup dalam penderitaan.
Acara diakhiri dengan makan bersama di rumah baru yang kini menjadi tempat tinggal layak bagi keluarga kecil itu.
Ucapan Terima Kasih
Pdt. WH Butarbutar menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat, khususnya:
- Camat Bandar Huluan Akbar Putra Siregar, M.Si.
- Kepala Desa Dolok Parmonangan Sugimin
- Pendamping Desa Melda Simarmata dan Ibu Pohan
- Seluruh donatur yang memberikan bantuan uang maupun material
“Berkat kemurahan hati banyak orang, Ibu Porman Nababan kini memiliki rumah yang layak huni. Kiranya Tuhan membalas kebaikan semua pihak,” ujar Pdt. WH Butarbutar.(*)


























Discussion about this post