
Oleh Syarifuddin
Tapanuli Tengah – Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar kegiatan Akselerasi Peningkatan Capaian Imunisasi, Kamis (20/11/2025), bertempat di Aula Dinas Kesehatan Tapteng. Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan target imunisasi nasional dapat tercapai, sekaligus melindungi anak-anak Tapteng dari ancaman berbagai penyakit berbahaya.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan, SKep.Ns., MKes., AKK, mengungkapkan hasil supervisi Dinkes terhadap 25 puskesmas masih menunjukkan beberapa indikator program imunisasi belum berjalan optimal.
Berdasarkan data aplikasi ASIK per 12 November 2025, capaian imunisasi di Tapteng tercatat sebagai berikut:
- Imunisasi Dasar Lengkap (IDL): 53,07%
- Imunisasi Baduta Lengkap (IBL): 52,54%
- Antigen Baru (PCV2, RV3, IPV2): 41,34%
- Td + WUS Hamil: 35,48%
Angka tersebut masih jauh dari target yang diharapkan. Bahkan, jumlah anak Zero Dose—anak yang belum mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib1—mencapai 3.239 anak pada tahun 2024.
“Angka Zero Dose ini harus turun. Kita butuh percepatan dan akurasi data yang masuk ke aplikasi ASIK. Jika pelayanan tidak diinput, maka kerja keras petugas tidak akan tercatat di Kemenkes,” tegas Lisnawati.
Plt. Kadis menekankan seluruh petugas—baik pengelola imunisasi, bidan desa, maupun penanggung jawab desa—wajib menginput data ke aplikasi ASIK. Tanpa pelaporan yang akurat, capaian daerah tidak akan terbaca oleh pemerintah pusat.
“Ini krusial. Pelayanan yang sudah dilakukan harus terekam. Tanpa data yang benar, capaian kita akan terus rendah meskipun petugas sudah bekerja maksimal,” tambahnya.
Dalam paparannya, Lisnawati menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta dukungan orang tua. Imunisasi, menurutnya, merupakan tameng utama yang melindungi anak-anak dari ancaman pneumonia, polio, campak-rubela, difteri, hepatitis, dan penyakit mematikan lainnya.
“Anak-anak Tapteng berhak atas perlindungan. Mereka adalah bagian dari Generasi Emas Indonesia. Kita semua harus bergerak,” tuturnya.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan pengentrian laporan imunisasi ke aplikasi ASIK serta pemberian sertifikat kepada puskesmas yang menunjukkan progres baik sesuai indikator program imunisasi nasional.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut:
- Kabid P2P Dinkes Tapteng, Murni Ariani Harefa, SKM., MKM
- Petugas Program Imunisasi, Alfansuri Idris Batubara
Turut hadir pula Sekretaris Dinkes Tapteng Nurlailan Batubara, S.Kep., M.Kep, jajaran Dinas Kesehatan, para koordinator imunisasi puskesmas se-Tapteng, serta petugas entry aplikasi ASIK.
Menutup kegiatan, Lisnawati menyampaikan harapannya agar seluruh upaya akselerasi ini dapat memberikan manfaat nyata.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini mampu menjaga anak-anak Tapteng dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” pungkasnya.(*)



























Discussion about this post