
Oleh Redaksi
SERDANG BEDAGAI | Kamis, 6 November 2025 — Langit Desa Hevea, Kecamatan Dolok Masihul, pagi itu tampak cerah dan penuh semangat. Ribuan warga berbaur dengan prajurit TNI, aparat pemerintah, dan pelajar menyambut momen bersejarah: penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Hevea, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Acara penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Korem 022/PT Kolonel Inf Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P., yang datang mewakili semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat.
Dalam amanatnya, Pangdam I/Bukit Barisan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras selama satu bulan penuh, termasuk prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun desa,” tegas Pangdam dengan lantang, disambut tepuk tangan masyarakat yang memenuhi lapangan.
Pembangunan yang Menyentuh Hati dan Tanah Rakyat
Program TMMD ke-126 Kodim 0204/Deli Serdang dilaksanakan sejak 8 Oktober hingga 6 November 2025 di dua desa sasaran utama: Desa Tegal Sari dan Desa Blok 10, Kecamatan Dolok Masihul.
Hasilnya bukan hanya terlihat, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Jalan sepanjang 2.702 meter dengan lebar enam meter kini terbentang menghubungkan dua desa yang sebelumnya sulit dijangkau.
Selain jalan, sejumlah program fisik lain seperti pembangunan rumah layak huni (RTLH), fasilitas umum, serta sarana sosial juga diselesaikan dengan penuh dedikasi.
Komandan Korem 022/PT Kolonel Inf Sandi Kamidianto dalam sambutannya menegaskan, TMMD bukan hanya sekadar program pembangunan, melainkan gerakan sosial yang menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini memberikan dampak nyata dan signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Kini warga lebih mudah beraktivitas, mengangkut hasil pertanian, serta mengakses layanan publik,” ujarnya.
Dari Rumah Reyot Jadi Rumah Layak Huni
Salah satu kisah haru datang dari Ibu Turini, warga Desa Tegal Sari. Rumahnya yang dulu berdinding papan rapuh dan bocor kini telah disulap menjadi tempat tinggal yang sehat, aman, dan nyaman berkat tangan-tangan tulus para prajurit TMMD.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima kunci rumah layak huni (RTLH) yang diserahkan langsung oleh Pangdam I/BB.
“Saya tak pernah menyangka akan memiliki rumah seperti ini. Terima kasih TNI, terima kasih TMMD. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan bapak-bapak tentara,” ujar Ibu Turini penuh haru.
Semangat Kemanusiaan dan Kebersamaan
Penutupan TMMD ke-126 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan sosial, di antaranya bazar murah, pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, serta pameran UMKM lokal.
Pangdam bersama rombongan bahkan meninjau lokasi hasil pembangunan dengan berkendara motor trail, simbol semangat pantang menyerah menembus medan demi rakyat.
Keceriaan warga, tawa anak-anak, dan gemuruh tepuk tangan menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program tahunan — tetapi gerakan nyata untuk mengubah wajah desa dan menghidupkan kembali semangat persatuan bangsa.(*)
“TMMD: Dari Desa Tumbuh Harapan, Dari Rakyat Lahir Kekuatan.”



























Discussion about this post