
Oleh BaBE
Pematangsiantar, 3 November 2025 | – Kabar menggembirakan datang dari wilayah Pantai Timur Sumatera. Setelah berbulan-bulan diterpa tekanan inflasi, kini Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu mencatatkan deflasi yang signifikan pada Oktober 2025. Data resmi Bank Indonesia (BI) mencatat, Pematangsiantar mengalami deflasi sebesar -0,31% (mtm), sementara Labuhanbatu mencatat deflasi lebih dalam, yakni -0,43% (mtm).
Angka ini menjadi angin segar setelah pada periode sebelumnya kedua daerah tersebut masih bergulat dengan inflasi — masing-masing 0,47% (mtm) dan 1,15% (mtm). Kondisi ini menunjukkan keberhasilan langkah-langkah pengendalian harga yang digerakkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah.
“Penurunan tekanan inflasi ini merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan para pelaku pasar. Faktor utama penyebab deflasi Oktober adalah turunnya harga komoditas hortikultura akibat melimpahnya pasokan panen raya,” jelas Ahmadi Rahman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, dalam siaran pers yang diterima redaksi BeritaMonalisa.com, Senin (3/11/2025).
Penurunan harga pangan strategis menjadi motor utama deflasi di dua wilayah ini. Di Kota Pematangsiantar, komoditas dengan andil deflasi terbesar meliputi:
-
Bawang Merah (-0,15%)
-
Cabai Hijau (-0,09%)
-
Beras (-0,07%)
Namun, inflasi masih didorong oleh naiknya harga beberapa komoditas non-pangan seperti:
-
Emas Perhiasan (+0,29%)
-
Cabai Merah (+0,04%)
-
Wortel (+0,03%)
Sementara di Kabupaten Labuhanbatu, penyumbang deflasi utama adalah:
-
Cabai Rawit (-0,32%)
-
Bawang Merah (-0,23%)
-
Ikan Dencis (-0,17%)
Sedangkan penyumbang inflasi terbesar di Labuhanbatu berasal dari:
-
Cabai Merah (+0,59%)
-
Emas Perhiasan (+0,33%)
-
Wortel (+0,09%)
Memasuki masa panen pada Oktober, pasokan bahan pangan meningkat pesat di berbagai wilayah Sumatera Utara. Faktor cuaca yang bersahabat, ditambah efisiensi biaya produksi dan distribusi, memperkuat kestabilan harga di pasar. Kombinasi tersebut menjadi pemicu utama terjadinya deflasi pada Oktober 2025.
“Musim panen kali ini membawa berkah. Harga bawang dan cabai yang sempat melonjak kini kembali normal, bahkan menurun. Ini tentu melegakan masyarakat dan pedagang kecil,” ujar Ahmadi.
Untuk menjaga momentum positif ini, KPwBI Pematangsiantar bersama TPID terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Beberapa langkah strategis yang telah dilakukan antara lain:
1. Koordinasi Virtual dengan TPID dan Kemendagri
Melalui rapat koordinasi bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan, pemerintah daerah diminta mempercepat realisasi belanja serta memastikan kestabilan harga beras demi menjaga daya beli masyarakat.
2. Focus Group Discussion (FGD) TPID Pematangsiantar
FGD ini memperkuat sinergi antarperangkat daerah dan pelaku ekonomi lokal untuk menyusun langkah konkret pengendalian harga dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
3. Capacity Building TPID Labuhanbatu
Pada 10 September 2025 lalu, kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID Labuhanbatu disepakati untuk melaksanakan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) setiap Senin dan Selasa. Program ini terbukti efektif menahan gejolak harga di tingkat masyarakat.
Bank Indonesia memproyeksikan tekanan inflasi di wilayah Sumatera Utara akan terus menurun pada November 2025. Curah hujan yang meningkat diperkirakan akan memperkuat hasil panen dan memperlancar pasokan bahan pangan strategis.
“Kami optimistis, sinergi yang terjalin antara BI, TPID, dan pemerintah daerah akan terus menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat hingga akhir tahun,” tutup Ahmadi.
Kabar deflasi di Pematangsiantar dan Labuhanbatu bukan hanya menunjukkan keberhasilan pengendalian harga, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa koordinasi yang solid antara pemerintah, BI, dan pelaku ekonomi lokal mampu menjaga keseimbangan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global.
Dengan turunnya harga bahan pokok dan membaiknya pasokan pangan, masyarakat kini bisa bernapas lega — setidaknya hingga musim panen berikutnya tiba.($)
No Result
View All Result
Discussion about this post