Oleh Leo Siagian
Tapanuli Tengah – Nama Indra Sahat Simaremare kembali mencuri perhatian publik Sumatera Utara. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapanuli Utara itu kini resmi ikut dalam seleksi terbuka jabatan Sekda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Yang menarik, dari lima kandidat yang bersaing, Indra menjadi satu-satunya peserta yang pernah menjabat sebagai Sekda di pemerintahan kabupaten — menjadikannya figur paling berpengalaman dalam kontestasi birokrasi bergengsi ini.
Tahapan seleksi kini telah memasuki fase penilaian kompetensi. Selain Indra, empat nama lain turut berkompetisi, yakni Binsar Tua H. Sitanggang, Jonnedi Marbun, Antonius Simanjuntak, dan Johannes Hanzen Saruksu.
Proses seleksi dilaksanakan secara terbuka dan sesuai regulasi yang berlaku, melalui tahapan administrasi, asesmen kompetensi, dan wawancara akhir.
Indra Simaremare bukan nama baru di dunia birokrasi. Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini merupakan aparatur sipil negara di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia mulai diperbantukan ke Pemkab Tapanuli Utara sekitar tahun 2015, dan kariernya menanjak pesat.
Berawal dari Kepala Bappeda Taput, Indra kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara pada Oktober 2019.
Selama hampir lima tahun menjabat, ia dikenal sebagai sosok pekerja keras, komunikatif, dan dekat dengan bawahannya.
Pada November 2024, masa tugas perbantuan Indra di Taput berakhir. Ia ditarik kembali ke Kemendagri. Namun, setahun sebelumnya, ia berhasil menyelesaikan studi doktoral di IPDN dan meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan, menjadikannya salah satu pejabat daerah dengan latar akademik kuat.
Bagaimana sosok Indra di mata para mantan stafnya?
Wartawan mencoba menelusuri jejak kepemimpinan Indra melalui wawancara dengan Luhut Aritonang, pensiunan PNS yang pernah menjabat Kepala Bappeda Litbang Tapanuli Utara.
Luhut menggambarkan Indra sebagai pemimpin yang egaliter dan terbuka. “Waktu beliau menjabat Sekda, saya tidak melihat beliau sebagai atasan. Beliau lebih seperti rekan kerja. Sangat terbuka untuk berdiskusi dan selalu menghargai setiap pendapat,” ujar Luhut kepada wartawan.
Ruang kerja Indra, katanya, hampir tak pernah sepi.“Setiap hari selalu ramai. Ruang kerjanya seperti ruang rapat mini. Para kepala OPD silih berganti datang berdiskusi tentang program, target, dan kendala. Dalam sehari bisa sampai 10 kali rapat di ruangannya,” kenang Luhut.
Menurutnya, Indra sangat memahami tugas pokok dan fungsi Sekda, terutama dalam membantu Bupati mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan dan program lintas OPD.
“Beliau tahu betul bagaimana menggerakkan mesin birokrasi agar tetap produktif dan harmonis,” ujarnya lagi.
Jika nanti terpilih menjadi Sekda Kabupaten Tapanuli Tengah, pengalaman panjang Indra di Taput diyakini menjadi nilai tambah yang signifikan.
Dengan rekam jejak lima tahun sebagai Sekda, ditambah latar belakang akademik yang kuat, Indra dinilai tak lagi perlu beradaptasi lama untuk memahami dinamika pemerintahan daerah.
Pengamat pemerintahan menilai, keberadaan figur seperti Indra Simaremare dapat memperkuat sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus membawa perspektif baru dalam tata kelola birokrasi di Tapanuli Tengah.
Seleksi terbuka Sekda Tapteng kali ini dinilai sebagai salah satu ajang paling menarik di lingkup birokrasi Sumatera Utara.
Selain karena banyaknya kandidat potensial, posisi Sekda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak roda pemerintahan daerah — penghubung antara Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh OPD.
Bagi Indra, seleksi ini bukan sekadar kompetisi jabatan, melainkan panggilan pengabdian.
Dikenal dengan gaya kepemimpinan “turun ke lapangan”, Indra diyakini akan membawa semangat kolaboratif dan etos kerja tinggi jika dipercaya mengemban amanah baru di Tapanuli Tengah.
Kini publik menanti hasil akhir seleksi yang tengah berlangsung.
Apakah pengalaman panjang dan karakter kepemimpinan humanis Indra Simaremare akan mengantarkannya kembali menduduki kursi Sekda — kali ini di Tapanuli Tengah?
Waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: nama Indra Simaremare kembali menggema di panggung birokrasi Sumatera Utara.(*)



























Discussion about this post