
Oleh Kemas Niko
PARAPAT – Dari jantung Tanah Toba, sebuah gebrakan nasional lahir. Kota Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi saksi peluncuran gerakan kebangsaan “Semangat Baru Indonesia” — sebuah momen bersejarah yang menyatukan semangat perubahan dan kesadaran kritis anak bangsa.

Dipimpin langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, didampingi Ketua TP PKK, Ny. Hj. Darmawati Anton, acara ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah deklarasi semangat baru untuk Indonesia yang lebih maju.
Hadir pula tokoh nasional yang dikenal tajam berpikir, Rocky Gerung, menyulut semangat diskusi dan refleksi nasional. Kehadirannya disambut hangat—bahkan menerima cenderamata khas, pakaian adat Simalungun, sebagai simbol penghormatan budaya dan intelektual.

Gerakan SBI resmi diluncurkan—dengan filosofi logo dan manifesto yang ditegaskan langsung oleh Ketua Umum Puji Rahmad Harahap dan Dewan Pembina Dr. JR Saragih. Mereka menegaskan: SBI bukan partai, tapi gerakan sosial kebangsaan yang terbuka untuk semua.
Kegiatan diawali dengan olahraga pagi, menyatu dengan alam Danau Toba yang memukau—membawa pesan harmoni antara fisik, pikiran, dan semangat perubahan.
Dalam sambutannya, Bupati Anton Achmad menegaskan:
“Semangat Baru Indonesia harus jadi motor perubahan. Kader SBI harus jadi pengawal Pancasila, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Rocky Gerung menekankan pentingnya membangun budaya berpikir kritis dalam masyarakat.
“Kita butuh ruang untuk berpikir bebas dan berdialog. Di situlah demokrasi tumbuh.”
Hadir dari berbagai provinsi di Indonesia, kader SBI pulang dengan semangat menyala: membangun negeri dengan gagasan, aksi, dan keberanian moral.
Dari Parapat, kobaran semangat baru dikibarkan—menuju Indonesia yang berani, kritis, dan bersatu.(*)

























Discussion about this post