
Oleh BaBE
Pematangsiantar, 2 Oktober 2025 – Tekanan inflasi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar menunjukkan tren melandai pada September 2025. Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu mencatatkan inflasi yang menurun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun harga komoditas strategis seperti cabai merah masih menjadi tantangan utama bagi pengendalian harga.’jelas Ahmadi Rahman Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar melalui Perilis tertulisnya yang di kirimkan kemeja Redaksi beritmonalisa.com.
Inflasi September 2025: Penurunan Signifikan di Wilayah Sisibataslabuhan
Ahmadi menyebutkan, Bahwa pada bulan September, inflasi Kota Pematangsiantar tercatat sebesar 0,47% (month-to-month), menurun tajam dari inflasi Agustus yang mencapai 1,21%. Sementara itu, Kabupaten Labuhanbatu juga mencatat penurunan inflasi menjadi 1,15% dari sebelumnya 2,09%. Di tingkat provinsi Sumatera Utara, inflasi tercatat sebesar 0,65% (mtm), lebih tinggi dibandingkan nasional yang hanya 0,21%.
Meski demikian, inflasi tahunan (year-on-year) di Kabupaten Labuhanbatu tetap lebih tinggi dibandingkan Pematangsiantar, masing-masing 6,38% dan 5,84%. Ini menandakan bahwa tekanan harga masih cukup kuat, terutama dipicu oleh komoditas pangan”.ujarnya.
Cabai Merah dan Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar
Sementara, kata Ahmadi, Komoditas utama yang mendorong inflasi di kedua daerah adalah cabai merah, dengan andil 0,50% di Pematangsiantar dan 0,99% di Labuhanbatu. Selain itu, kenaikan harga emas perhiasan turut berkontribusi terhadap inflasi, meski dalam porsi yang lebih kecil. Di sisi lain, bawang merah dan beberapa sayuran seperti beras dan buncis di Pematangsiantar serta kacang panjang dan sawi putih di Labuhanbatu memberikan tekanan deflasi.
Keterbatasan pasokan akibat melewati masa panen dan faktor cuaca yang tidak menentu di sentra produksi hortikultura seperti Simalungun, Karo, dan Batubara menjadi penyebab utama kenaikan harga cabai merah. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan ini diperparah oleh tingginya biaya produksi.
Upaya Intensif Pengendalian Inflasi: Pasar Murah dan Program Pekarangan Pangan Lestari
Sebagai langkah penanggulangan, kembali dijelaskan Ahmadi. Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan telah menggelar sejumlah kegiatan strategis. Di antaranya pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Sisibataslabuhan dengan lebih dari 65 titik distribusi. Inisiatif ini dilengkapi dengan pemberian souvenir berupa bawang merah dan cabai merah bagi konsumen yang bertransaksi menggunakan QRIS, guna mendorong penggunaan transaksi non-tunai sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
Selain itu, program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui budidaya hortikultura di tingkat rumah tangga terus dipantau progresnya. Komoditas seperti tomat, cabai merah, terong, dan pak coy yang ditanam oleh kelompok wanita tani (KWT) diharapkan dapat membantu menekan permintaan pasar.
Sinergi Pemerintah dan Akademisi untuk Penguatan Data Inflasi
Masih kata Ahmadi, Pertemuan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Labuhanbatu yang dihadiri Wakil Bupati pada 10 September 2025 menegaskan komitmen untuk melanjutkan pasar murah secara rutin setiap minggu sebagai bagian dari strategi pengendalian harga.
Selain itu, KPwBI sedang menjajaki kerja sama dengan Universitas Labuhanbatu untuk melaksanakan survei pengeluaran rumah tangga (SPH) di wilayah Sisibataslabuhan. Survei ini penting untuk memperbarui bobot dan paket komoditas dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) sehingga perhitungan inflasi semakin akurat dan mencerminkan kondisi riil masyarakat”. ungkapnya.
Proyeksi Oktober 2025: Inflasi Berpotensi Turun, Pasokan Membaik
Melihat perkembangan cuaca dan masuknya pasokan dari daerah Jawa, Bank Indonesia memproyeksikan tekanan inflasi di wilayah Sumatera Utara khususnya Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu akan mengalami penurunan pada Oktober 2025. Curah hujan yang mulai normal diharapkan memperbaiki hasil panen hortikultura, sementara suplai tambahan dari luar daerah akan membantu menstabilkan harga.(*)
No Result
View All Result
Discussion about this post