Ol3h Syarifuddin Simatupang
Tapanuli Tengah – Senyum haru dan tepuk tangan kebahagiaan mewarnai Desa Muara Tapus, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Setelah bertahun-tahun terisolasi oleh tembok kokoh milik PT Nauli Sawit yang menutup akses jalan utama dari Kelurahan Bajamas, warga akhirnya bisa menghela napas lega. Tembok yang menjadi simbol ketidakadilan itu resmi dibuka pada Kamis (4/9/2025) siang, menyusul perjuangan panjang masyarakat dua kecamatan.

Pembukaan akses jalan ini menjadi buah manis perjuangan warga Kecamatan Manduamas dan Kecamatan Sirandorung yang tak kenal lelah menggelar aksi damai menuntut hak mereka. “Hari ini sejarah bagi kami. Perjuangan panjang ini berbuah manis berkat dukungan banyak pihak,” ujar Sahata Nainggolan kepada BERITAMONALISA.COM di lokasi pembongkaran tembok, tepat di antara SP-2 dan SP-3 Kelurahan Bajamas.
Rahman Sibarani, Kepala Dusun II Desa Muara Tapus, mengungkapkan rasa bahagia warganya yang kini bisa merasakan kebebasan layaknya desa-desa lain. “Kami tidak lagi harus menempuh jalan berliku. Kerja sama dua kecamatan dan perhatian pemerintah membuat kami bisa merdeka,” katanya penuh haru.
Keputusan pembukaan tembok ini tak lepas dari peran Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH, Wakil Bupati Mahmud Efendi, serta dukungan media massa dan media sosial yang terus mengawal isu ini. Namun, perjuangan itu tidak datang tanpa tekanan. “Keberhasilan ini hasil dari jerih payah panjang, meski sempat ada intimidasi dari pihak perusahaan,” ujar Parningotan Purba, warga Kelurahan Bajamas.
Rasa lega juga dirasakan para ibu rumah tangga Desa Muara Tapus. Mereka mengaku sering kesulitan menerima tamu karena akses jalan yang tertutup membuat orang luar tersesat. “Sekarang jalan sudah lurus dan dekat. Kami tidak malu lagi menyambut tamu,” ucap seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Camat Sirandorung Panuturi Simatupang memberikan apresiasi kepada manajemen PT Nauli Sawit yang akhirnya bersedia membuka tembok tersebut. Ia berharap, keberhasilan ini menjadi awal hubungan baik antara masyarakat dan perusahaan. “Kami minta warga menjaga keamanan dan kenyamanan perusahaan. Jangan sampai ada tindakan merugikan yang bisa berujung hukum,” tegas Panuturi.
Proses pembongkaran tembok menggunakan alat berat, disaksikan langsung oleh Dirut PT Nauli Sawit, Aryanto atau Akiong, pimpinan perusahaan lainnya, Camat Manduamas Lisnawati Lumbantobing, Kapolsek Manduamas Iptu AP Limbong, personel TNI Koramil 01 Barus, kepala desa, serta ratusan warga yang bersorak gembira menyaksikan tembok raksasa itu akhirnya rubuh.
Hari bersejarah ini menjadi bukti nyata bahwa perjuangan bersama masyarakat dan dukungan pemerintah mampu mengubah keterisolasian menjadi kebebasan. Desa Muara Tapus kini kembali terhubung, dan warganya bisa berjalan tegak menyongsong masa depan yang lebih cerah.(*)
No Result
View All Result
Discussion about this post