
Oleh SY
BATU BARA– Program pemenuhan gizi siswa yang digagas Presiden Prabowo melalui Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN-RI) kini diterpa skandal besar. Di Kabupaten Batu Bara, ratusan siswa justru terancam kesehatannya akibat makanan yang tidak layak konsumsi, berupa nasi basi dan lauk berulat.
Kejadian Luar Biasa (KLB) ini terjadi di SMA Negeri 1 Air Putih, Jalan Syarifuddin No. 39, Desa Tanjung Kubah, Kecamatan Air Putih, yang memiliki 890 siswa. Sejak Rabu (20/8/2025), makanan dari penyedia diduga Yayasan Merah Putih tersebut dikirim dalam kondisi busuk, basi, dan tidak higienis.
“Tolonglah, jangan makanan basi dan berulat diberikan lagi ke sekolah kami. Anak-anak bisa sakit,” tegas pihak sekolah saat ditemui awak media.
Ironisnya, ketika pihak sekolah melayangkan protes, jawaban penyedia justru memicu kemarahan publik.
“Diterima saja makanan itu,” ujar perwakilan penyedia, sebagaimana kesaksian pihak sekolah.
Dari Program Gizi Menjadi Ladang Bisnis
Program yang seharusnya memperbaiki kualitas kesehatan generasi muda ini justru diduga disalahgunakan sebagai proyek bisnis oleh oknum penyedia. Temuan di lapangan mengungkap indikasi markup anggaran, kualitas bahan makanan rendah, serta distribusi yang tidak memenuhi standar kebersihan.
Sejak 14 Juli 2025, Yayasan Merah Putih mulai menyalurkan makanan ke sekolah-sekolah. Namun setelah KLB pada 19 Agustus, distribusi makanan dihentikan tanpa penjelasan resmi, memperkuat dugaan adanya praktik korupsi anggaran.
Dugaan Kongkalikong Vendor
Sumber internal menyebutkan, Yayasan Merah Putih diduga dipilih tanpa mekanisme transparan. Dugaan praktik kongkalikong dan permainan orang dalam menguat, apalagi pola serupa dikabarkan terjadi di beberapa daerah lain.
Beberapa indikasi penyalahgunaan:
-
Anggaran besar, kualitas rendah. Dana gizi diduga “digoreng” di atas kertas, sementara siswa menerima makanan murahan.
-
Pengawasan lemah. BGN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkesan tutup mata.
-
Vendor kebal hukum. Meski lalai, Yayasan Merah Putih belum mendapat sanksi tegas.
Ancaman Nyawa Generasi Muda
Kasus ini bukan sekadar soal nasi basi. Ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi bangsa. Orang tua siswa kini resah dan menuntut aparat penegak hukum, BPK, hingga KPK segera mengusut aliran dana program gizi nasional di Batu Bara.
Tuntutan publik meliputi:
-
Audit forensik anggaran program gizi nasional di Batu Bara.
-
Investigasi hukum terhadap Yayasan Merah Putih dan dugaan keterlibatan oknum pejabat.
-
Sanksi tegas bagi penyedia nakal yang mengorbankan kesehatan siswa.
-
Evaluasi nasional distribusi program gizi agar tidak menjadi proyek bancakan.
Jika dibiarkan, skandal ini dapat mencoreng nama baik program gizi Presiden Prabowo dan mengorbankan kesehatan generasi penerus bangsa.(*)
No Result
View All Result
Discussion about this post