Oleh Redaksi
BERITAMONALISA.COM | – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kemampuan jurnalis dalam pemahaman ekonomi dan peredaran Uang, KPw Bank Indonesia Pematangsiantar Teuku Munandar, membuka secara resmi Media Briefing dan Pelatihan Wartawan Ekonomi di Niagara Hotel Parapat, Rabu 15 hingga 16 Desember 2021.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Teuku Munandar memaparkan, Bahwa kegiatan Capacity Building sebagai kegiatan yang selalu diadakan.
Hal ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman teman teman wartawan Ekonomi Siantar Simalungun.
“Kedepan Media dan KPw BI Pematangsiantar bisa bergerak bersama mendukung pemulihan ekonomi nasional dan dapat berkontribusi aktif dalam pemulihan ekonomi di Siantar Simalungun,”
Dalam kesempatan tersebut, Munandar mengatakan, Bahwa Jurnalis dalam menulis berita ekonomi dan bisnis harus mendapatkan berita yang berimbang, detail dan menarik sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
Menurutnya, Seorang Jurnalis ekonomi sama seperti ,jurnalis lainnya yang mampu menyajikan pemberitaan sesuai fakta dan memahami isu isu ditengah masyarakat. Seperti ekonomi mikro yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kecil, dan naiknya harga sembako. Artinya dengan diadakannya Media Briefing merupakan proses meningkatkan kemampuan teman teman Jurnalis dalam perekonomian di Indonesia.
Munandar juga berharap Jurnalis Siantar Simalungun bersama sama Bank Indonesia bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dilingkup kerja KPw Bank Indonesia Pematangsiantar.
“Dengan dilaksanakannya Media Briefing, saya berharap teman teman media bisa menambah ilmu dan pengetahuan dan dapat membantu para penggiat ekonomi kreatif dalam menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan maju”.
Sementara pada season berikutnya, Boby Cristian Manik Staf Pengelolaan Uang Rupiah menjelaskan, Bahwa Bank Indonesia diberikan tugas dan kewenangan Pengelolaan Uang Rupiah mulai dari tahapan Perencanaan, Pencetakan, Pengeluaran, Pengedaran, Pencabutan dan Penarikan, sampai dengan Pemusnahan.
Selain itu Pengelolaan Uang Rupiah perlu dilakukan dengan baik dalam mendukung terpeliharanya stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran.
Boby lebih lanjut menjelaskan, Bahwa Pengelolaan Uang Rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia ditujukan untuk menjamin tersedianya Uang Rupiah yang layak edar, denominasi sesuai, tepat waktu sesuai kebutuhan masyarakat, serta aman dari upaya pemalsuan dengan tetap mengedepankan efisiensi dan kepentingan nasional.
Dalam pada itu, Prita Erlisa – Staf Unit Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah pada season berikutnya membeberkan, Bahwa infrastruktur baru Bank Indonesia yaitu BI-Fast tentang transfer antar Bank yang lebih muda sistim pembayaran non tunai.dan mempermudah kebijakan Bank Indonesia.
Untuk season terakhir, narasumber Haris Prabowo – Kepala Unit Data Statistik dan Kehumasan dilanjutkan dengan season tanya jawab.
Hadir pada acara Media Briefing dan Pelatihan Wartawan Ekonomi, Teuku Munandar Kepala Perwakilan BI Pms, Abdul Haris Deputi Kepala Perwakilan, Haris Prabowo- Kepala Unit Data Statistik dan Kehumasan, serta 20 wartawan ekonomi siantar simalungun dari media cetak, dan elektronik.(*)
No Result
View All Result
Discussion about this post