Oleh Samri Sinaga
BERITAMONALISA.COM | – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jendral Cipta Karya melaksanakan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), pembangunan rabat beton yang bersumber dari APBN, dikeluhkan warga Desa Mangke Baru Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara dan diduga tidak transparan.

Program PISEW pembangunan rabat beton sepanjang 670 meter dengan lebar 2 meter dan ketinggian 0,15 meter, terletak di dua Dusun. yaitu Dusun 4 dan Dusun 6. Seperti halnya yang dikeluhkan masyarakat sekitar bahwa proyek tersebut terkesan asal-asalan dan kualitas nya rendah, dikhawatirkan dalam waktu dekat jalan rabat beton tersebut akan rusak.
“Kami masyarakat tidak pernah diberi tahu tentang program ini, namun bisa di cek langsung ketebalan rabat tidak sama, di bagian tengah jalan itu tipis sehingga kalau dilalui mobil bermuatan tidak akan bertahan lama. Belum lagi tidak ada besi cor dan pasir, yang digunakan adalah pasir halus yang tidak cocok untuk cor beton,” jelas Maidi, sebagai sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat (LPK) Lembaga Pemberantas Korupsi Kabupaten Batu Bara, Selasa 7 September 2021.
Maidi menjelaskan bahwa terkait program PISEW tersebut, Kepala Desa Mangke Baru, Sugiati saat ingin dikonfirmasi terkait pekerjaan yang sampai saat ini tidak adanya papan informasi, terkait sumber dana tersebut, kepala desa ini tidak pernah ada ditempat. “ Sudah tiga kali kami ingin ketemu dengan Kepala Desa, selalu tidak berada dikantornya. Sepertinya menghidar, untuk dimintai keterangan soal plank informasi yang tidak dipasang seperti Desa lainnya, yang sama juga menerima program tersebut. Kami sebagai masyarakat, berhak donk!..mengetahui berapa besar pagu anggaran yang dialokasikan untuk Desa Mangke Baru ini,” tegasnya.(*)
No Result
View All Result
Discussion about this post