Oleh Henry
BERITAMONALISA.COM | – Sayaya didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Indra Simaremare, M.Si dan beberapa Pimpinan OPD sangat ingin turun langsung ke Dusun Pungga yang hanya di huni 7 KK, sumber air yang sangat minim, listrik belum masuk dan harus ditempuh dengan jalan kaki melalui jalan berat sepanjang 7 Km.
Selama 3 (tiga) hari, Senin s/d Rabu (28-30/06) saya mengkhususkan waktu untuk turun langsung dan menginap di dusun dusun yang masih sangat sulit dikunjungi.
Demi mewujudkan mimpi masyarakat Pungga, Saya membuka jalan dengan menggunakan alat berat. Jalan baru dibuka dengan suasana hujan menjadi jalan berlumpur dan sangat sulit dilalui.
Saya tidak menyerah dan memutuskan harus bisa berbaur dan bertemu dengan masyarakat Dusun Pungga. Menempuh jalan setapak dengan berjalan kaki sepanjang 7 Km, akhirnya rombongan tiba di Dusun Pungga dengan kondisi kelelahan luar biasa.
Mungkin perjuangan itu belum seberapa ketika mengetahui masyarakat Dusun Pungga sangat ingin menikmati kehadiran listrik. Masyarakat Dusun Pungga rela dan sangat ingin bergotong royong mengangkat tiang listrik hingga akhirnya listrik bisa hadir di Desa itu.
Hati dan nurani saya sangat terenyuh dan tersentuh. Akhirnya gotong royong untuk mengangkat tiang listrik terlaksana dengan suasana mengharukan, tetapi dengan semangat berapi api. Harapan dan impian masyarakat Dusun Pungga sudah di depan mata. Senyum Bahagia masyarakat menghilangkan segala lelah dan penat yang ada.
Perjalanan kembali dilanjutkan kembali ke Lobu Sijambang Kecamatan Adiankoting. Berbaur dengan masyarakat dan menginap di Dusun Lobu Sijamabang membuat Bupati Nikson sangat memahami kondisi dan harapan Dusun tersebut.
Sebelum istirahat tidur, saya membuat pertemuan diskusi dengan masyarakat Dusun Lobu Sijambang dan dalam benaknya ingin memerdekakan semua dusun itu dan merasakan bahagia karena hadirnya sebuah kemajuan.



























Discussion about this post