Oleh Redaksi/Ril
BERITAMONALISA.COM | – Keluarga besar Ir Bonatua Pospos dirundung kesedihan mendalam. Ketua Majelis Muslimin Indonesia (MMI) Kota Siantar ini pergi untuk selama-lamanya. Untuk kesekian kalinya Kota yang pernah dijuluki kota Nenas ini, kehilangan tokoh yang peduli dengan kemajuan kota Pematangsiantar.
Di balik duka yang dirasa pihak keluarga dan masyarakat Siantar- Simalungun yang mengenalnya, kepergian sosok kritis ini turut disertai oleh tanda-tanda kemuliaan. Selain hari kematiannya yang istimewa, Almarhum Bonatua Pospos juga sempat berniat hendak menunaikan Salat Jumat sesaat sebelum meninggal dunia.
Kepergiannya, mendapat respon dari berbagai kalangan seperti salah satu tokoh pers Kota Siantar, Zulkifli Rangkuti, Dia mengatakan, Almarhum Ir Bonatua Pospos meninggal pada hari Jumat (09/04/2021) sekira pukul 14.00 WIB. Hari Jumat menurut pandangan Islam, lanjut Zulkifli, marupakan hari dimana Allah SWT memberikan banyak keistimewaan. Tidak terkecuali bagi orang yang meninggal dunia.
“Kalau mengutip dari HR Ahmad dan Tarmizi, Nabi Muhammad Berkata: Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di Hari Jumat atau pada Malam Jumat, kecuali Allah SWT akan menjaganya dari fitnah kubur. Jadi ini kemuliaan dan keistimewaan tersendiri bagi almarhum,” kenang Zulkifli Rangkuti, Minggu (11/04/2021) sore.
Masih dijelaskan Zulkifli, kemuliaan lain yang mengikuti kepergian Almarhum Bonatua, terungkap dimana sesaat sebelum meninggal dunia, Almarhum Bonatua berkeinginan hendak menunaikan Solat Jumat berjamaah.
“Solat Jumat sebelumnya kami masih ketemu di masjid. Tapi Jumat semalam Almarhum gak saya lihat ada di masjid. Kabarnya dia hendak menunaikan Solat Jumat juga waktu itu. Tapi karena gak ada yang menuntunnya, beliau tak bisa ke masjid. Selang beberapa menit usai Solat Jumat berlangsung, beliau pun pergi selama-lamanya. Di situ saya lihat kemuliaan almarhum. Di ujung usianya pun dia selalu hendak berbuat kebaikan di Sisi Allah SWT,” kenang Zulkifli dengan mata berkaca-kaca.
SOSOK PEDULI DAN SETIA KAWAN
Kediaman Chairuddin Pospos di Jalan Perak Kelurahan Baru Kecamatan Siantar Utara, ramai dikunjungi pelayat sejak kabar duka kepergian Ir Bonatua Pospos tersiar. Sejumlah tokoh hadir untuk menunjukkan rasa duka sekaligus memberikan penghiburan kepada keluarga.
Lantunan ayat suci Al-quran tak henti dikumandangkan di depan jenasah yang disemayamkan di ruang tamu rumah adik kandung almarhum. Semasa hidupnya, almarhum dikenal dengan sosok yang peduli. Baik hati dan ramah. Tidak hanya di lingkungan sekitar tempat tinggal tapi ikut berperan dalam berbagai kegiatan sosial di luar kampungnya.
Sebelum diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Pane, Sabtu (10/04/2021) sekira pukul 12.00 WIB, prosesi acara pemberangkatan sempat digelar pihak keluarga. Wanter Saragih, dalam kata sambutannya mengatakan di depan para pelayat, almarhum memang benar orang baik dan dikenalnya sudah cukup lama. Sejak masih remaja.
“Saya kenal betul siapa almarhum ini. Beliau orang baik. Kreatif dan peduli pada sesama,” kata Wanter yang mengaku sama-sama menimba ilmu di SMA Taman Siswa Siantar bersama almarhum, era tahun 1981.
Selain Wanter, turut pula menyampaikan kata-kata takziah dari tokoh masyarakat lainnya. Bahkan Ustadz Fauzi, dalam tausiyahnya memastikan, semasa hidup almarhum gemar membina para remaja masjid di sekitar lingkungan rumahnya.
Menutup kata sambutan di acara pemberangkatan jenasah, Chairuddin Pospos mewakili keluarga, mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pelayat dan memohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup.
Ir Bonatua Pospos tutup usia genap 60 tahun dan meninggalkan empat orang anak. Di antaranya tiga perempuan dan satu laki-laki.(*)
Discussion about this post