Oleh Azis
SIMALUNGUN | – Pemerintah Indonesia sudah memulai pemberian vaksin Covid-19 bagi anak-anak usia 6-11 tahun.
Pemberian vaksin bagi anak usia 6-12 tahun ini bertujuan melindungi mereka dari paparan Covid-19 dan memberikan keamanan saat melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Bagi anak usia 6 -12 tahun apalagi yang sudah duduk di bangku sekolah mendapatkan vaksin Covid-19 menjadi sesuatu hal yang penting karena selain bermanfaat bagi diri sendiri juga bermanfaat bagi orang lain.
Secara tidak langsung menerima vaksin, sudah turut menjaga lingkungan terdekat dari virus Covid-19.
Untuk memastikan apakah anak-anak usia 6-12 tahun yang duduk di bangku sekolah SD sudah mendapatkan vaksin khususnya di dapil 5, Sejumlah Anggota DPRD Simalungun melakukan monitoring kesejumlah Puskesmas.
Kegiatan Monitoring dilakukan di Puskesmas Tanah Jawa, pada Kamis (20/01/2022) hadir diantaranya Johannes Sipayung SE dari Fraksi Demokrat, Juarsa Siagian dari Fraksi Gerindra dan Benfri Sinaga dari Partai Berkarya didampingi Camat Tanah Jawa Maryaman Samosir dan Kapuskesmas Tanah Jawa.
Kepada awak media Benfri Sinaga menjelaskan, dari keterangan Kepala Puskesmas khususnya di Kecamatan Hutabayuraja, warga penerima vaksin sudah mencapai 85%, ini artinya hampir seluruh masyarakat yang sudah divaksin, sementara dari anak usia 6-12 tahun yang duduk di bangku sekolah hanya tinggal satu sekolah lagi, kita sudah sampai kepihak sekolah dan puskesmas agar segera diselesaikan. Katanya.
Penyampaian Benfri Sinaga dari Partai Berkarya, Tak jauh beda dengan Juarsa Siagian SE, dari Fraksi Gerindra, Bahwa dikecamatan Tanah Jawa pencapaian warga yang sudah divaksin kata dokter yang menangani di Puskesmas Tanah Jawa, juga sudah 80% lebih, persoalannya keterlambatan pengiriman data yang kadang menjadi masalah, mungkin karna banyaknya data yang harus dikirim maka terjadi kesimpangsiuran, tapi kami yakin masyarakat Tanah Jawa sudah hampir seluruhnya divaksin, Ucapnya.
Sementara dari Kecamatan Hatonduhan, Kata Johanes Sipayung, dari data yang disampaikan dokter Diklanto Silaen Kepala Puskesmas Hatonduhan pencapaian vaksinasi untuk warga sudah 90%, hanya tinggal beberapa warga saja yang belum tervaksin, tapi kita sudah sampaikan agar ini segera diselesaikan dan selalu berkomunikasi dengan Nagori yang ada di sana, Kata Johanes.
Terpantau kegiatan vaksinasi untuk anak sekolah saat ini sedang gencar dilakukan oleh Puskesmas khususnya di dapil lima, dengan harapan anak-anak bisa kembali bersekolah seperti dulu, agar kegiatan belajar dan mengajar tak lagi ada pembatasan, Kata Warga yang mendampingi anaknya saat divaksin. (*)
No Result
View All Result
Discussion about this post