Oleh Hennry
BERITAMONALISA.COM | Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan berada di wilayah terpencil di Dusun Banjar, Desa Rura Julu Dolok, Kecamatan Sipoholon bergabung dengan warga dusun, sekaligus meresmikan 8 titik pembangunan Listrik. Kamis (26/08/2021)
Perjalanan Nikson Nababan ke wilayah terluar kabupaten itu, didampingi sejumlah pejabat Pemkab, Manajer UP3 PLN Sibolga Darwin Simanjuntak.
Peresmian pembangunan Listrik di 8 dusun dan desa meliputi Dusun Aek Marto Kecamatan Adiankoting, Dusun Longat Kecamatan Pahae Julu,Dusun Lobi Talpe Kecamatan Pahae Julu, Dusun Parik, Desa Manalu Purba Kecamatan Parmonangan, Dusun Lumbantobing Desa Manalu Dolok Kecamatan Parmonangan, Dusun Hutaginjang Kecamatan Muara, Desa Rura Julu Dolok Kecamatan Sipoholon dan Desa Rura Julu Toruan Kecamatan Sipoholon.
Desa Rura Julu Dolok yang menjadi lokasi acara, dihuni sebanyak 73 KK dengan jiwa 260 jiwa. Hanya saja, desa ini sempat ditinggalkan penduduknya akibat keterbatasan infrastruktur jalan dan belum tersedianya jaringan listrik beberapa tahun lalu.
Bahkan desa ini jarangnya warga ditemui di desa, saat dilakukan pendataan. Mereka telah banyak yang berpindah ke Desa Lobusikkam.
Kondisi sekarang , PT PLN sudah memasukkan jaringan listrik ke setiap rumah-rumah penduduk disana.
“Ketika kita bicara lumbung SDM dan lumbung pangan tentu tidak akan lari dari kebutuhan energi. Itu rohnya, maka sejak awal menjadi bupati saya sudah niatkan harus betul-betul merasakan arti hadirnya pemerintah,”kata Nikson Nababan, dihadapan warga
Pembangunan listrik ke desa-desa terluar/terpencil di wilayahnya merupakan kemerdekaan yang hakiki, agar masyarakat bisa merdeka dengan menikmati penerangan menggunakan energi listrik.
Dilaporkan, sejak kepemimpinan Bupati Nikson Nababan telah terbangun jaringan listrik di 52 titik desa/dusun di Kabupaten Tapanuli Utara sejak tahun 2017, dan untuk saat ini, masih ada 31 titik dusun/desa lagi yang belum dialiri listrik.
Salah satu warga Desa Rura Julu Dolok Kristopel mengatakan, setelah listrik masuk , diyakini desa akan maju dan mendorong minat masyarakat untuk menetap tinggal disana.
“Setelah masuk listrik, dusun yang dulu masih sepi, akan dihuni kembali, dan atifitas pertanian tentu akan semakin optimal. Kalau dulu penduduk masih menggunakan lampu teplok, sekarang sudah diterangi bola lampu. Desa akan terbebas dari kegelapan,”ungkap kristopel
Sementara di lokasi acara, warga lainnya Boru Hutagalung mengatakan, tidak menyangka masih bisa menikmati listrik di usianya yang sudah memasuki 73 tahun.
“Setelah pak Nikson menjadi bupati, kami baru bisa merasakan terang, menikmati terang menikmati apa itu listrik,”ucap Boru Hutagalung
Tokoh masyarakat Pasogit Simanungkalit mengatakan, kondisi pembangunan yang kurang bagus selama ini ke desa Rura Julu dolok mengakibatkan banyak yang pindah ke desa lain. Selain listrik, alasan lainya belum adanya sekolah SD di kawasan tersebut, maka sebagian besar warga harus pindah ke Lobusikkam.
Atas permintaan masyarakat disana, bupati merencanakan akan membangun sekolah satu atap PAUD dan SD, termasuk bedah rumah terhadap 9 unit rumah.
Kemudian, jalan dari Desa Lobusikkam menuju Desa Rura Julu Dolok sebanyak 2,6 km akan dibangun hotmix tahun ini.
Manager UP3 PLN Sibolga Darwin Simanjuntak menyampaikan, pihaknya akan terus mendukung program menerangi negeri, melistriki negeri.
“Jujur, banyak perjuangan yang dilakukan Bupati Taput untuk pembangunan listrik ini. Beliau terus melakukan komunikasi intens kepada pihak PLN,”ungkapnya kepada awak media ini. (*)
No Result
View All Result
Discussion about this post