Oleh WH Butarbutar
Simalungun – Di tengah hangatnya suasana bulan suci Ramadan, sebuah potret indah toleransi dan kepedulian sosial terpancar dari kediaman keluarga Bapak Nasib Sinurat bersama istri, Artha Boru Panjaitan, di Jalan Letda Sujono, Desa Naga Jaya II, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Rabu (18/3/2026).
Melalui kegiatan tali kasih yang rutin dilaksanakan setiap tahun, keluarga ini kembali berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan bantuan kepada sekitar 100 orang lansia, janda, duda, serta anak yatim. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026 bagi umat Islam.
Meski berasal dari latar belakang agama Kristen, keluarga Nasib Sinurat menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dan silaturahmi melampaui sekat perbedaan. Kepedulian yang mereka tunjukkan menjadi cerminan nyata harmoni antarumat beragama di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bapak Nasib Sinurat menyampaikan bahwa bantuan berupa beras yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban para penerima, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang dirasakan semakin berat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Ini adalah pemberian pribadi dari keluarga kami. Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi dari keikhlasan kami dan sebagai bentuk toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud tali kasih untuk mempererat hubungan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, sang istri, Artha Boru Panjaitan, turut menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Islam, sekaligus mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ia juga memberikan pesan penuh makna kepada anak-anak yatim yang hadir.
“Tetaplah taat beragama, rajin belajar, dan jangan terpengaruh lingkungan yang buruk. Kalian harus bisa menjadi anak-anak yang berharga dan menjadi panutan di lingkungan masing-masing,” pesannya dengan penuh harap.
Ia berharap, anak-anak yatim di Desa Naga Jaya II dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, berakhlak baik, serta mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar.
Rasa haru dan syukur pun disampaikan para penerima bantuan. Mewakili para lansia dan anak yatim, Bapak Ngatiman menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada keluarga Nasib Sinurat.
“Kami mendoakan agar keluarga Bapak Nasib Sinurat selalu diberi kesehatan, panjang umur, dan rezeki yang melimpah,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh penerima bantuan untuk bersama-sama mendoakan agar kebaikan keluarga tersebut terus mengalir hingga ke generasi berikutnya.
Dalam kesempatan wawancara, Bapak Nasib Sinurat menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ini dilakukan secara rutin setiap tahun. Tidak hanya pada momen Ramadan dan Idul Fitri bagi umat Islam, tetapi juga menjelang perayaan Natal bagi umat Kristen, dengan sasaran yang sama yakni masyarakat kurang mampu, termasuk lansia, janda, duda, dan anak yatim.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan untuk dijadikan ukuran, melainkan sebagai jembatan kasih yang menghubungkan sesama manusia.
“Jangan jadikan ini sebagai tolak ukur, tetapi sebagai tali kasih untuk menyambung silaturahmi. Karena pada dasarnya, semua manusia sama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai berbagi dan kepedulian adalah milik semua umat, tanpa memandang latar belakang agama. Di tengah berbagai perbedaan, justru kepedulianlah yang mampu menyatukan.
Keluarga Nasib Sinurat pun berharap, semangat berbagi ini dapat terus tumbuh dan menginspirasi banyak pihak, bahwa tali kasih adalah hak semua umat dan menjadi jembatan menuju kehidupan sosial yang lebih harmonis.(*)



























Discussion about this post