
Oleh WH Butarbutar
SIMALUNGUN — Jalan utama menuju kawasan Pajak Negeri, Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, yang baru selesai dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga setelah portal pembatas kendaraan berat di simpang Pajak Negeri ambruk dan hingga kini belum juga diperbaiki.
Portal yang dipasang oleh Dinas Perhubungan tersebut sebelumnya berfungsi membatasi kendaraan bertonase besar, khususnya truk tronton yang membawa muatan melebihi kapasitas jalan. Jalan tersebut diketahui merupakan jalan kelas III C, yang hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan kapasitas muatan sekitar 8 hingga 10 ton.
Menurut warga setempat, sejak portal itu berdiri, kondisi jalan relatif terjaga dan tetap mulus tanpa kerusakan berarti.
“Selama portal masih berdiri, jalan ini tetap bagus. Tidak ada retak atau lubang,” ujar seorang warga, Tumorang, kepada media.
Namun situasi berubah setelah portal tersebut ambruk sekitar satu bulan lalu akibat ditabrak sebuah truk. Sejak saat itu, kendaraan bertonase besar bebas melintas di jalur tersebut. Akibatnya, permukaan jalan mulai terlihat retak dan beberapa titik mulai berlubang.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi portal mengatakan hingga kini belum ada tindakan perbaikan dari pihak terkait. Bahkan, besi penyangga portal yang patah terpaksa diamankan warga agar tidak hilang.
“Sudah sebulan portalnya ambruk ditabrak truk. Besi penyangganya kami simpan supaya tidak hilang,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Kepala Desa Bandar, Sabam Sitindaon, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa portal ambruk setelah ditabrak truk yang bahkan mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan tersebut.
Sabam mengatakan pihak desa telah melaporkan kejadian itu kepada Camat Bandar agar segera ditindaklanjuti.
“Peristiwa ini sudah kami laporkan ke Camat Bandar agar segera dilakukan perbaikan portal supaya jalan tidak semakin rusak,” ujar Sabam.
Camat Bandar, Supardi, menyatakan laporan tersebut telah diteruskan ke Dinas Perhubungan melalui petugas yang bertugas di Perdagangan, yakni Bona Pane. Selanjutnya laporan tersebut juga telah disampaikan ke Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun lengkap dengan dokumentasi foto kondisi portal yang rusak.
Ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun, Girsang, membenarkan telah menerima laporan mengenai kerusakan portal tersebut dari Kepala Bidang Prasarana, Sarpas Sitopu. Ia juga menyatakan bahwa perbaikan akan segera dilakukan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, portal yang ambruk tersebut masih tergeletak di tepi jalan dan belum dilakukan perbaikan.
Warga Desa Bandar berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Simalungun, segera mengambil langkah nyata.
Kepala Desa Sabam Sitindaon bersama masyarakat mengkhawatirkan kerusakan jalan akan semakin parah jika truk tronton dengan muatan 30 hingga 40 ton terus melintas, terutama yang mengangkut komoditas kelapa sawit dan ubi.
“Kami berharap portal segera diperbaiki dan ditegakkan kembali. Jalan ini baru dibangun dengan biaya besar. Jangan sampai rusak hanya karena kendaraan berat bebas melintas,” tegas Sabam.
Warga juga meminta pemerintah segera melakukan pemeliharaan sementara terhadap titik-titik jalan yang mulai retak dan berlubang, sembari menunggu portal kembali dipasang agar kerusakan tidak semakin meluas.(*)



























Discussion about this post