Oleh Redaksi
SIANTAR – suasana kebersamaan dan kehangatan Ramadan terasa kuat di Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin sore, 9 Maret 2026.
Ratusan masyarakat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menghadiri silaturahmi sekaligus buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, hadir langsung bersama Ketua TP PKK Liswati Wesly Silalahi, menyapa masyarakat serta para tokoh daerah yang memadati lapangan kebanggaan masyarakat Pematangsiantar.
Namun dari pantauan tim Monalisa TV di lokasi, Wakil Wali Kota Herlina tidak tampak hadir dalam kegiatan yang menjadi momentum penting Ramadan tersebut.
Ketidakhadiran Herlina pun sempat menjadi perbincangan di kalangan sejumlah ulama dan undangan yang hadir, mengingat acara ini juga menjadi refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan Wesly–Herlina dalam membangun Kota Pematangsiantar menuju kota yang cerdas, kreatif, dan selaras.
Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly Silalahi menegaskan bahwa momentum Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, buka puasa bersama menjadi ruang refleksi untuk meluruskan niat pengabdian, menjaga integritas, serta memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Wesly juga menyampaikan bahwa dalam satu tahun perjalanan pemerintahan, berbagai program pembangunan yang dijalankan bersama mulai menunjukkan hasil nyata.
Ia pun mengapresiasi dukungan DPRD, unsur Forkopimda, para pemangku kepentingan, serta seluruh elemen masyarakat yang terus berkontribusi dalam pembangunan kota.
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Pematangsiantar mencatat sejumlah capaian prestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Di antaranya penghargaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital yang berhasil diraih lima tahun berturut-turut.
Selain itu, Kota Pematangsiantar juga meraih predikat Kota Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara, penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah terinformatif dari Bank Indonesia, hingga opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
Dalam pelayanan publik, kota ini juga masuk dalam lima besar Kota Paling Toleran di Indonesia versi Indeks Kota Toleran 2024, serta memperoleh penghargaan Universal Health Coverage atau cakupan kesehatan semesta.
Rangkaian kegiatan Ramadan ini turut diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, serta tausiyah yang disampaikan Ketua MUI Kota Pematangsiantar, Ali Lubis.
Melalui momentum Ramadan ini, Wali Kota berharap semangat kebersamaan terus terjaga dan menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja, berkarya, dan berinovasi membangun Kota Pematangsiantar.(*)
Discussion about this post