
Oleh BaBE
SIMALUNGUN – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan beredar luas di media sosial sempat memicu keresahan di tengah masyarakat. Di sejumlah SPBU bahkan terlihat antrean kendaraan yang lebih panjang dari biasanya, diduga akibat kekhawatiran warga akan menipisnya pasokan BBM.
Merespons cepat situasi tersebut, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M. langsung menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun agar tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan.
Kapolres menegaskan bahwa stok BBM dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, membenarkan adanya imbauan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pernyataan Kapolres didasarkan pada informasi resmi dari PT Pertamina (Persero) mengenai kondisi ketersediaan BBM saat ini.
“Bapak Kapolres menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun agar tidak panik dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM tersedia dan distribusi tetap terjaga dengan baik. Masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan, tidak perlu berlebihan,” ujar AKP Verry Purba.
Menurutnya, kepanikan yang dipicu oleh informasi yang belum tentu benar justru dapat menimbulkan masalah baru di lapangan, seperti antrean panjang di SPBU yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh penjelasan dari Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, yang menegaskan bahwa ketersediaan BBM nasional saat ini berada pada kisaran sekitar 21 hari.
Angka tersebut merupakan stok operasional yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional guna memastikan pasokan BBM tetap stabil dan terdistribusi ke berbagai daerah di Indonesia.
“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional,” ujar Roberth MV Dumatubun sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa ketersediaan BBM bersifat dinamis, karena secara berkala terus diperbarui melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan sebelumnya.
Selain itu, Fuel Terminal Medan yang menjadi salah satu penyangga utama kebutuhan BBM untuk wilayah Sumatera Utara dan sebagian Aceh hingga kini tetap beroperasi normal tanpa kendala berarti.
“Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” tegas Roberth.
Berdasarkan informasi tersebut, Kapolres Simalungun kembali menekankan pentingnya sikap tenang dan rasional di tengah masyarakat.
“Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik. Kami juga menghimbau agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Sampai saat ini distribusi aman dan lancar, tidak ada kendala,” ujar AKBP Marganda Aritonang.
AKP Verry Purba juga mengingatkan bahwa fenomena panic buying sering kali menjadi pemicu utama terjadinya kelangkaan semu. Ketika sebagian masyarakat membeli BBM secara berlebihan karena rasa takut, hal itu dapat memicu kepanikan massal dan menimbulkan antrean panjang di SPBU.
Padahal, menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh menipisnya stok, melainkan karena meningkatnya pembelian secara tidak wajar dalam waktu bersamaan.
“Ketika satu orang membeli berlebihan karena khawatir, yang lain ikut-ikutan. Akhirnya antrean panjang pun terjadi, bukan karena stok habis, tetapi karena kepanikan yang tidak berdasar,” jelasnya.
Polres Simalungun juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di era media sosial yang sangat cepat menyebarkan berbagai kabar yang belum tentu terverifikasi kebenarannya.
“Mari bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar. Beli BBM sesuai kebutuhan dan percayakan kepada pihak berwenang bahwa situasi ini terkendali,” pungkas AKP Verry Purba.
Dengan sikap tenang, bijak, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, diharapkan distribusi BBM di wilayah Kabupaten Simalungun tetap berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan.
Tenang, tidak panik, dan membeli sesuai kebutuhan menjadi kunci utama agar situasi tetap stabil di tengah masyarakat.(*)



























Discussion about this post