Oleh Nico
Pematangsiantar | – Pemko Pematangsiantar, bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Pematangsiantar dan berbagai pemangku kepentingan, menggelar High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), Senin (09/02/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar ini bertujuan meningkatkan transformasi digital di kota Pematangsiantar, didorong oleh capaian transaksi non-tunai untuk pajak dan retribusi yang telah mencapai 72,5% pada semester II 2025.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi, menyatakan harapannya agar pertemuan ini dapat mendorong peningkatan digitalisasi. Ia mencontohkan bahwa sejumlah kegiatan Pemko sudah mulai menggunakan transaksi digital melalui kerja sama dengan Bank Sumut. “Bahkan, Perusahaan daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) sudah menggunakan digitalisasi untuk mengutip retribusi pedagang, khususnya di Gedung IV Pasar Horas,” kata Junaedi.
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman memaparkan perkembangan digitalisasi kota Pematangsiantar . Data menunjukkan, realisasi pembayaran non-tunai untuk pajak dan retribusi hingga semester II 2025 sebesar 72,5%. Delapan pos retribusi menjadi pendorong utama transaksi non-tunai, yaitu: pelayanan kesehatan; persampahan/kebersihan; parkir tepi jalan umum; pemakaian kekayaan daerah; tempat khusus parkir; rumah potong hewan; tempat rekreasi dan olahraga; serta izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Mayoritas transaksi dilakukan secara digital via teller. “Transaksi digital agar ditingkatkan lagi. Masih banyak peluang,” pesan Ahmadi.
Lebih lanjut, untuk transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kota Pematangsiantar, pada tahun 2025 tercatat senilai Rp688,36 miliar. Angka ini mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 111% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp325,85 miliar. Jumlah merchant (pedagang) yang menggunakan QRIS mencapai 87.484.
Acara selanjutnya, Sosialisasi Kriteria Championship oleh Kemenko Perekonomian, yang diikuti secara daring (online). Kemudian, Diskusi Panel Katalis I P2DD berupa: Penguatan Implementasi KKI Segmen Pemerintah; Piloting integrasi SIPD dan Adopsi SNAP dalam Tata Kelola Keuangan Daerah; Use Case Kerjasama dan Best Practice Kebijakan Daerah dalam Penyediaan Infrastruktur Sinyal/Jaringan; serta Kebijakan Penataan Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi di Daerah.
Turut hadir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Zainal Siahaan SE MM, Asisten Administrasi Umum Dedy Tunasto Setiawan SH MH, para pimpinan OPD Pemko Pematangsiantar, Deputi Perwakilan BI Pematangsiantar Rizky Reflizar, dan Pimpinan Bank Sumut Cabang Pematangsiantar Subhan Pardosi



























Discussion about this post