Oleh LLeo Siagian
TAPANULI UTARA – Pemerintah pusat menegaskan kehadirannya di tengah warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., turun langsung meninjau Hunian Sementara (Huntara) sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat, Jumat (6/2/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, S.H., M.Han., serta jajaran pimpinan perangkat daerah teknis. Peninjauan dipusatkan di Dusun Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, salah satu wilayah yang terdampak paling signifikan akibat bencana hidrometeorologi.
Agenda ini merupakan rangkaian tindak lanjut pascaperesmian Huntara secara serentak yang sebelumnya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia bersama Kepala BNPB. Kehadiran langsung pimpinan BNPB di lokasi menjadi simbol keseriusan negara dalam memastikan pemulihan warga berjalan optimal.
Di lokasi Huntara, Kepala BNPB meninjau langsung kondisi bangunan hunian sementara yang diperuntukkan bagi warga terdampak. Peninjauan meliputi aspek kelayakan bangunan, tingkat keamanan, serta ketersediaan fasilitas dasar yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pada kesempatan yang sama, BNPB juga menyerahkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar guna meringankan beban warga pascabencana.
Bupati Tapanuli Utara dalam laporannya menyampaikan bahwa pendataan rumah terdampak telah melalui proses verifikasi ketat menggunakan mekanisme by name by address (BNBA). Dari total 486 unit rumah terdampak bencana, tercatat 258 unit mengalami rusak berat, 39 unit rusak sedang, dan 189 unit rusak ringan. Seluruh data tersebut telah disampaikan secara resmi kepada pemerintah pusat sebagai dasar penanganan lanjutan.
“Untuk penanganan pascabencana, Pemkab Tapanuli Utara telah membangun 103 unit hunian tetap, 58 unit hunian tetap secara insitu (onsite), serta 40 unit hunian sementara. Sejak hari ini, tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian,” tegas Bupati.
Ia juga menambahkan, pemerintah daerah terus berkomitmen memastikan seluruh warga terdampak memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman. Bantuan Dana Tunggu Hunian telah disalurkan kepada 112 kepala keluarga dan akan terus diusulkan bagi keluarga terdampak lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala BNPB memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat dan terukur yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, mulai dari penanganan darurat hingga tahap pemulihan awal pascabencana. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan penuh dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
“Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Pemerintah pusat berkomitmen mendampingi daerah hingga warga pulih dan bangkit kembali,” ujar Kepala BNPB.
Kunjungan ini sekaligus menjadi penanda bahwa fase darurat telah dilalui, dan Tapanuli Utara kini memasuki babak baru pemulihan dengan harapan kehidupan warga terdampak dapat kembali normal secara berkelanjutan.(*)



























Discussion about this post